Jakarta -

Kepergian Rima Sania Pontoh meninggalkan duka mendalam bagi Lady Nayoan dan keluarga. Tak hanya Lady, kedua cucu mendiang, Noah dan Emma, juga terpukul atas kepergian sang nenek tercinta.

Saat prosesi pemakaman berlangsung, Noah dan Emma menangis haru melepas kepergian nenek mereka. Kedekatan Rima dengan kedua cucunya memang begitu erat.

Lady Nayoan mengungkapkan sang ibu merupakan sosok yang sangat penyayang dan kerap menunjukkan sisi romantisnya kepada cucu-cucunya. Bahkan, komunikasi antara Rima dan Emma terbilang sangat rutin. Emma turut terpukul dalam pemakaman itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tuh sama mama saya tuh sebenarnya bukan yang romantis gitu lo. Beda antara mama saya dengan Emma (anak Lady). Emma ibaratnya ngisi romantisnya saya ke mama saya gitu," kata Lady Nayoan saat ditemui di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

"Jadi mama saya suka voice note ke Emma, 'Mima lagi apa, Emma sayang Mima, Mima kapan ke rumah Emma?' Gitu," lanjutnya.

Rendy Kjaernett turut membenarkan sosok Rima yang begitu memanjakan cucu-cucunya. Menurutnya, sang mertua hampir selalu menuruti keinginan Noah dan Emma. Bahkan, Rendy menyebut Rima tidak pernah memarahi anak-anaknya.

"Anak-anak kita tuh nangis terpukul ya karena, omanya ini nih bener-bener romantis sama anak-anak gitu, sayang banget," ujar Rendy.

Bagi Lady, bukan hanya sosok sang ibu yang akan dirindukan, tetapi juga kebiasaan-kebiasaan kecil yang selama ini menghiasi keseharian.

Salah satunya adalah pesan singkat dari Rima setiap hari Minggu. Sang ibu selalu mengirimkan ucapan penyemangat kepada Lady yang menjalani pelayanan ibadah.

"Karena mama saya tuh setiap hari Minggu template selalu dia mau WA saya, 'Happy Sunday Lady sayang, selamat melayani ya,' karena dia tahu saya pelayanan gitu," tutur Lady.

Lady mengaku hingga kini masih merasakan kesedihan setiap kali melihat percakapan WhatsApp sang ibu. Ia bahkan masih terbiasa menggulir percakapan hingga menemukan pesan dari Rima.

(fbr/wes)