Kumpulkan pelaku transportasi, KSOP Sampit tegaskan tidak ada kompromi untuk keselamatan

Rabu, 9 September 2026 14:48 WIB

Image Print

Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian menyerahkan jaket keselamatan saat coffee morning dan kampanye keselamatan pelayaran yang dihadiri insan transportasi laut dan instansi terkait, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mengumpulkan pelaku transportasi laut untuk kembali mengingatkan pentingnya mematuhi aturan demi mewujudkan keselamatan pelayaran.

"Kami mengingatkan bahwa keselamatan bukan hanya tugas regulator atau operator, tetapi merupakan budaya yang harus ditanamkan di setiap insan transportasi. Tidak ada kompromi untuk keselamatan," tegas Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian di Sampit, Rabu.

Hal itu disampaikan Hotman saat coffee morning dan kampanye keselamatan pelayaran. Kegiatan yang mengusung tema “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend The Rules” atau Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan, Jangan melanggar Aturan ini, dihadiri insan transportasi dan pemangku kepentingan di Pelabuhan Sampit.

Hotman menegaskan, dalam era perubahan yang cepat dan kompleks saat ini, tantangan yang dihadapi tidak dapat diatasi sendirian. Oleh karena ini segenap insan transportasi atau perhubungan perlu menyatukan tekad, visi, dan upaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang harmonis dengan kesepahaman bahwa setiap suara didengar dan setiap kontribusi dihargai.

Dia mengajak semua meningkatkan kolaborasi dan terus bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan integritas serta bekerja dengan hati. Melalui sinergi maka dapat menggabungkan kekuatan bersama untuk mencapai hasil yang besar daripada yang dicapai secara individu guna terciptanya keamanan dan keselamatan transportasi.

Keselamatan pelayaran adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas transportasi laut. Tanpa keselamatan, tidak akan ada kenyamanan. Tanpa kenyamanan, tidak akan ada kepercayaan dari masyarakat.

Penegasan tidak ada kompromi untuk keselamatan bukan hanya slogan, melainkan panggilan moral dan tanggung jawab bersama. Ini diharapkan menjadi tekad dan komitmen bersama insan pelayaran.

Menurutnya, budaya keselamatan harus hadir dalam setiap langkah, mulai dari perencanaan, pengawasan, pelaksanaan dan evaluasi. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa setiap kapal yang berlayar wajib menaati aturan dan standar operasional prosedur (SOP) serta membawa harapan dan kesejahteraan, bukan ancaman dan risiko.

Keselamatan pelayaran adalah aspek fundamental yang menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan transportasi laut. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif dari seluruh pelaku usaha, operator kapal, awak kapal, dan masyarakat transportasi secara keseluruhan.

Hotman mewanti-wanti agar tidak sampai terjadi keberangkatan kapal tanpa manifest penumpang yang jelas, tidak dilengkapinya alat keselamatan sesuai ketentuan, hingga lemahnya pemahaman terhadap prosedur darurat di atas kapal.

"Hal ini tentu menjadi tantangan bersama yang harus kita tangani dengan pendekatan preventif dan edukatif, bukan hanya penegakan hukum semata," tegasnya.

Baca juga: Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla

Hotman menambahkan, sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, ada sejumlah langkah penting yang harus menjadi perhatian bersama demi keselamatan pelayaran.

Penguatan sistem pencatatan manifest harus dilakukan. Data manifest harus mencerminkan jumlah penumpang yang sebenarnya berada di dalam kapal. Pencatatan yang akurat penting untuk memastikan pengawasan dan keselamatan pelayaran.

Manifest berkaitan langsung dengan keselamatan. Data penumpang bukan sekadar administrasi. Manifest menjadi salah satu dasar bagi petugas untuk mengetahui siapa dan berapa banyak orang yang berada di kapal. Data yang tidak sesuai dapat menyulitkan proses evakuasi dan penanganan apabila terjadi kecelakaan.

Pengawasan terhadap operator kapal juga harus ditingkatkan. Operator atau pengelola angkutan laut perlu memastikan seluruh penumpang tercatat. Kapal harus beroperasi sesuai dengan kapasitas dan ketentuan keselamatan. Pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi masalah, tetapi harus diperkuat sejak sebelum kapal berangkat.

"Selain itu, perlunya perlindungan terhadap penumpang. Ketepatan data manifest juga berkaitan dengan perlindungan hak penumpang. Data yang benar diperlukan dalam situasi darurat, termasuk untuk proses pendataan korban, evakuasi, dan pemberian bantuan," tambah Hotman.

Sementara itu terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Hotman mengimbau seluruh insan transportasi, baik regulator maupun operator untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keselamatan dan keamanan transportasi.

Dia mengingatkan pentingnya melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang atau visibilitas.

Selain itu, memastikan aspek meteorologi dan lingkungan diperhatikan secara cermat dan optimal dengan menempatkan keselamatan dan keamanan transportasi sebagai prioritas utama demi terwujudnya layanan transportasi yang aman, tertib, nyaman dan selamat.

Dalam kesempatan ini, Hotman juga menyampaikan, capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) KSOP Kelas III Sampit pada Tahun 2025 yakni 163 persen.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya seluruh stakeholder terkait atas sinergi, capaian dan kolaborasi kita bersama. Berbagai capaian tugas telah kita raih atas sinergi dan kolaborasi kita semua," ujarnya.

Baca juga: Wabup Kotim apresiasi dukungan swasta dalam penanganan karhutla

KSOP Kelas III Sampit akan terus berkomitmen untuk selalu mengawasi dan mengevaluasi serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Transformasi menuju pelayanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital akan terus kami dorong. Namun tentu, keberhasilan ini bisa diwujudkan dengan dukungan dan kerja sama semua pihak.

"Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti di ruang pertemuan ini saja, tetapi menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa keselamatan pelayaran adalah prioritas harga mati," tegasnya.

Hotman mengajak semua pihak bergandengan tangan mewujudkan laut yang aman, kapal yang laik laut, dan pelabuhan yang tertib, demi mewujudkan keselamatan jiwa, kelestarian lingkungan, dan kelancaran kegiatan ekonomi maritim kita.

Dengan berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, maka semua pihak turut berkontribusi untuk pembangunan transportasi laut yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sebagai pengingat bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang. Dengan mengutamakan keselamatan, berarti tidak hanya melindungi jiwa dan harta benda, tetapi juga menjaga reputasi bangsa sebagai negara maritim yang berdaulat dan berdaya saing.

Sementara itu, kegiatan ini menghadirkan paparan dari sejumlah pemateri yakni Kepala KPPBC TMP C Sampit Agus Dwi Setia Kuncoro, Kasi Intel Kejari Kotim Ahmad Riyadi Pratama, perwakilan dari Balai Karantina, Imigrasi Sampit, Badan SAR Nasional, dan KSOP Kelas III Sampit.

Kegiatan itu juga diisi penggalangan dana untuk membantu petugas penanganan karhutla. Dana yang terkumpul diserahkan kepada pemerintah daerah diwakili Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah.

KSOP Kelas III Sampit menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penggalangan bantuan untuk para relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

"Semoga segala bentuk kebaikan dan ketulusan yang telah diberikan membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita terus bergandengan tangan untuk mewujudkan keselamatan dan
keamanan pelayaran, menjaga dan melestarikan alam, memperkuat kepedulian sosial, dan mewujudkan sinergi dan kolaborasi antar instansi," demikian Hotman Siagian.

Baca juga: Dua penerbangan ke Sampit kembali dibatalkan

Baca juga: Hujan mengguyur Sampit, BMKG sebut fenomena alami dampak gangguan cuaca

Baca juga: Legislator Kotim dorong pembangunan sumur bor untuk tiga desa

Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.