Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan dukungan menyukseskan target nasional pembangunan tiga juta rumah melalui pembebasan BPHTB serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah. Potensi penerimaan yang tidak diperoleh Pemkab Kubu Raya dari BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan PBG pada 2025 mencapai hampir Rp30 miliar," kata Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto di Pontianak, Kamis.
Dirinya mengungkapkan, per tanggal 12 Agustus, itu masih ada pemda yang menarik BPHTB. "Namun Kubu Raya sejak tahun 2025 loss kita hampir Rp30 miliar karena tidak menerima PBG dan BPHTB. Tapi alhamdulillah juga kita juara satu di Indonesia," tuturnya.
Sukiryanto menegaskan kolaborasi pemerintah, perbankan, BPN, OJK, dan pengembang diperlukan untuk mencapai target nasional pembangunan tiga juta rumah di Kabupaten Kubu Raya.
Menurut dia, pemerintah memiliki komitmen kuat merealisasikan target pembangunan rumah agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki hunian, sementara pengembang juga berkomitmen mendukung program tersebut.
"Rumah subsidi ini terus terang, kalau bicara untung, untungnya tipis. Walaupun untung kecil, dari sisi pengembang kita memperjuangkan masyarakat untuk memiliki rumah," tuturnya.
Sukiryanto mengajak pengembang menjalankan usaha sesuai ketentuan sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya sektor perumahan rakyat.
"Saya bilang dengan teman-teman, setengah kita untuk amal ibadah, setengahnya untuk keuntungan perusahaan. Ayo kita berjuang membangun rumah subsidi," katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kalbar memberikan pembebasan BPHTB untuk rumah subsidi.
Ria Norsan mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota terkait pembebasan pajak balik nama untuk rumah subsidi sebagai dukungan terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.