asiawebawards.com
  • 2026-08-03 12:23:36 +0000 UTC

    Aug 03, 2026

    KSSK: Penerimaan Negara Tembus Rp1.459 Triliun pada Semester I

    AKURAT.CO Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, pemerintah mencatat kinerja fiskal yang tetap kuat sepanjang semester pertama 2026.

    Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir tahun.

    Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan konsisten.

    Baca Juga: Tegaskan Dana Pendidikan Tak Lagi Untuk MBG Mulai 2028, Purbaya: Kita Ikuti Putusan MK

    Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan pendapatan negara yang mencapai dua digit hingga akhir triwulan II 2026.

    Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Kinerja tersebut terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6% secara tahunan.

    Menurut pemerintah, peningkatan penerimaan pajak dipengaruhi oleh membaiknya aktivitas ekonomi nasional, implementasi sistem Coretax yang mulai memberikan dampak positif, serta langkah intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.

    Selain pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun atau meningkat 21,6%.

    Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja pemerintah digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga subsidi energi.

    Meski belanja meningkat, pemerintah tetap menjaga pembiayaan anggaran secara terukur. Realisasi pembiayaan mencapai Rp452 triliun atau tumbuh 59,4% secara tahunan.

    Baca Juga: Kenapa Danantara Diundang ke Rapat KSSK? Ini Penjelasan Purbaya

    Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan pembiayaan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan likuiditas pemerintah.

    "Likuiditas sistem keuangan harus tetap cukup dan kami terus berkoordinasi dengan bank sentral untuk memastikan stabilitas tetap terjaga," kata Purbaya.

    Kinerja fiskal yang kuat tersebut menjadi salah satu alasan KSSK tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,6-6,0% sepanjang 2026, meskipun tekanan global masih tinggi.

    2026-08-03 12:23:36 +0000 UTC