Liputan6.com, Jakarta - DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, tiga band metal asal Indonesia, sempat terlantar di Dublin, Irlandia, setelah diduga ditipu oleh promotor Diablo Productions dalam rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026 di Eropa. Berikut kronologi lengkap kejadian ini, sekaligus informasi terbaru seputar kelanjutan tur ketiga band tersebut.
Kabar ini sontak menjadi perhatian luas komunitas musik ekstrem Tanah Air maupun mancanegara, mengingat rombongan yang terdiri dari 16 orang personel dan kru sempat menghadapi situasi sulit tanpa kepastian di negeri orang.
Awal Mula: Tur Dibuka di Dublin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329615/original/036998600_1787285892-778852799_18607772626022607_250074004711592224_n.jpg)
Perbesar
Cataclysmic Summer Tour 2026 dijadwalkan membawa DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit menyambangi sejumlah kota di Eropa mulai Agustus hingga awal September 2026. Tur ini resmi dibuka di Dublin, Irlandia, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan penampilan di venue Lost Lane yang berjalan lancar.
Namun, persoalan mulai muncul setelah penampilan tersebut. Promotor yang bertanggung jawab, Diablo Productions, dilaporkan gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang dibutuhkan rombongan untuk melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya.
Konser di Cork dan London Batal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329616/original/048205300_1787285892-778816560_18607772644022607_6903871547506995750_n.jpg)
Perbesar
Akibat kendala tersebut, dua agenda konser berikutnya di Cork, Irlandia, pada 16 Agustus, dan London, Inggris, pada 17 Agustus, terpaksa dibatalkan. Persoalan paling krusial terjadi pada rencana konser di venue The Underworld Camden, London, di mana pihak venue melalui akun Instagram resminya mengungkap bahwa mereka bahkan belum pernah menerima pemesanan resmi dari promotor terkait.
Pihak venue turut mengungkapkan bahwa promotor sulit dihubungi, bahkan disebut telah menghapus halaman Facebook serta menonaktifkan fitur tag dan pesan di akun Instagram miliknya, sehingga status penyelenggaraan konser menjadi tidak jelas hingga akhirnya batal.
Klarifikasi Resmi dari DeadSquad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329617/original/062786700_1787285892-778816560_18607772644022607_6903871547506995750_n__1_.jpg)
Perbesar
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram mereka pada dini hari, Senin, 17 Agustus 2026, DeadSquad menyampaikan bahwa promotor Diablo Productions diduga tidak memenuhi berbagai komitmen yang telah disepakati sebelumnya, mulai dari kesiapan venue, transportasi, akomodasi, hingga komunikasi selama tur berlangsung.
Ketiga band menegaskan telah berupaya menyelesaikan persoalan ini secara internal dan tetap kooperatif sepanjang prosesnya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka pun menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk transparansi kepada publik, sekaligus menjadikannya peringatan bagi para pelaku industri musik ekstrem di mana pun berada.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6