Jakarta, CNN Indonesia --
Penyanyi Kris Dayanti menyampaikan duka cita mendalam atas maestro seni dan budaya Indonesia, Guruh Soekarnoputra, yang meninggal dunia pada Sabtu (26/9) saat berusia 73 tahun.
Bagi penyanyi tersebut, sosok Guruh bukan hanya sekadar seniman besar, melainkan figur yang meninggalkan warisan pemikiran dan karya luar biasa bagi bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam secara personal atas salah satu lagu ciptaan Guruh berjudul Mahadaya Cinta.
"Untuk karyanya yang saya harus berterima kasih adalah lagu Mahadaya Cinta yang masih saya bawakan sampai sekarang," kata Kris Dayanti di rumah duka kawasan Sriwijaya, Sabtu (26/9).
"Alhamdulillah beliau di detik-detik akhir ajalnya masih sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya, seni, dan terus mencintai, menggelorakan budaya dan juga cinta tanah air ya," tuturnya
[Gambas:Video CNN]
Mahadaya Cinta merupakan salah satu karya legendaris Guruh Soekarnoputra. Lagu itu mulai dinyanyikan oleh Krisdayanti pada 2004. Lagu ini merupakan salah satu trek utama dalam album bertajuk Cahaya dari penyanyi yang kini menggunakan nama Kris Dayanti.
Lagu itu mengisahkan tentang kedahsyatan kekuatan cinta yang mampu membawa kedamaian, menyatukan kasih antarmanusia tanpa membeda-bedakan, serta menjadi sumber energi terbesar di dunia.
Di saat-saat terakhirnya, kata Kris Dayanti, Guruh disebut masih sempat menitipkan pesan khusus kepadanya untuk terus menggelorakan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Kris Dayanti mengenang almarhum sebagai pribadi yang sangat detail, teliti, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan para seniman dan murid-muridnya.
"Semoga seluruh murid-muridnya, seluruh orang-orang seni yang pernah bekerja sama bisa terus meneruskan cita-citanya untuk budaya Indonesia," ucap KD.
Kris Dayanti turut menceritakan momen kebersamaan terakhirnya terjadi saat ia menjenguk Guruh di Rumah Sakit Medistra pada 15 September lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Kris Dayanti sempat mengajak almarhum bernyanyi bersama membawakan lagu Renjana ciptaan Guruh, serta memberikan bantal yang terus digunakan almarhum selama menjalani perawatan.
Mengenai rincian penyakit yang diidap almarhum sebelum meninggal dunia, Kris Dayanti memilih menyerahkan penyampaian informasi tersebut sepenuhnya kepada pihak keluarga.
(dhz/chri)