KPK resmi tetapkan tersangka usai OTT Bupati Klaten
Jumat, 16 Oktober 2026 12:54 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (tengah) berjalan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). KPK mengungkapkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hamenang terkait dugaan suap dan menyita barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp1 miliar. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/nym.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan telah menetapkan tersangka terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penetapan tersangka tersebut dilakukan melalui ekspose atau gelar perkara pada Kamis (15/10) malam.
"Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan 18 orang lainnya pada 15 Oktober 2026.
KPK kemudian membawa 9 dari 19 orang dari Klaten ke Jakarta, dan seorang yang ditangkap di Jakarta. Kemudian, 10 orang tersebut diperiksa secara intensif oleh KPK di Jakarta.
Selain itu, KPK menyita barang bukti uang tunai sekitar Rp1,9 miliar, termasuk tong berwarna biru yang diduga dipakai Hamenang untuk menampung atau menyimpan uang hasil korupsi.
Dalam OTT tersebut, KPK menyebut terdapat lima klaster dugaan korupsi, di antaranya terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, setoran dari organisasi perangkat daerah (OPD) atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta pemberian kepada pihak BPK untuk pengondisian audit.
Pewarta : Rio Feisal
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.