KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kabupaten Bogor, Enam Orang Diamankan
Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi senyap mengamankan sejumlah orang terkait dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) atau operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (20/8).
Operasi penangkapan itu dilakukan terkait penyelenggaraan negara di wllayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Salah satu kepala badan di Pemerintahan Kabupaten Bogor dikabarkan terjaring tangkap tangan.
"Ada 6 orang yang dibawa, kepala dinas," ujar sumber CNNIndonesia.com di internal KPK saat dihubungi melalui sambungan tertulis, Kamis (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber ini menyatakan KPK sedang melakukan pengembangan untuk menjaring sejumlah pihak lain.
Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK dikabarkan menemukan dan mengamankan barang bukti berupa uang Rp1,5 miliar.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi pimpinan KPK Setyo Budiyanto dan Fitroh Rohcahyanto untuk mengonfirmasi kegiatan tangkap tangan tersebut. Namun, belum diperoleh jawaban.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan ada kegiatan tim KPK di wilayah Kabupaten Bogor tetapi bukan dalam rangka OTT.
"Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat, terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi, bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Budi menyatakan di wilayah tersebut memang ada kegiatan lain yang dilakukan oleh KPK. Kegiatan lain dimaksud adalah permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak, menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut, benar ada, namun untuk saat ini secara detail kami belum dapat sampaikan," ucap Budi.
"Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan," lanjutnya.
CNNIndonesia.com juga sudah berupaya menghubungi Bupati Bogor, Rudy Susmanto untuk menanyakan dugaan penangkapan kepala dinas di wilayahnya itu oleh KPK melalui pesan tertulis dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditulis, nomor telepon yang bersangkutan sedang tidak aktif.
(ryn/kid)