KPA Papua Pegunungan perkuat layanan pencegahan HIV/AIDS delapan kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 12:58 WIB

Image Print

Sekretaris KPA Papua Pegunungan Yules Kogoya (dua dari kiri) didampingi Bendahara KPA Papua Pegunungan Otius Wenda (kanan) dan jajaran pengurus memberikan keterangan pers kepada wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Yudhi Efendi

Wamena (ANTARA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Pegunungan memperkuat pelayanan pencegahan kasus HIV AIDS di delapan kabupaten guna menekan angka penularan di daerah setempat.

KPA Papua Pegunungan mencatat jumlah HIV AIDS tahun 2025 mencapai 7.942 kasus yang penularan didominasi oleh hubungan seks.

Sekretaris KPA Papua Pegunungan Yules Kogoya di Wamena, Kamis, mengatakan kasus HIV AIDS cukup tinggi setelah terakhir diperbaharui pada 2025 mencapai 7.942 kasus.

“Untuk mencegah penularan kasus HIV AIDS maka kami melakukan koordinasi untuk membentuk KPA di delapan kabupaten untuk bersama-sama menangani penyakit tersebut,” katanya.

Menurut dia, belum diperbaharuinya data kasus HIV AIDS pada tahun ini disebabkan kepengurusan lembaga ini pernah dibekukan selama setahun yakni 2025.

“Kami mulai beroperasi sejak daerah ini terbentuk sejak tahun 2023 di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan saat itu Nikolaus Kondomo. Beroperasi kurang lebih setahun hingga 2024, memasuki tahun 2025 dibekukan dan baru kembali diaktifkan tahun 2026,” ujarnya.

Dia menjelaskan penanganan kasus HIV AIDS membutuhkan koordinasi yang kuat antara pihak provinsi dan kabupaten.

“Kami mulai berkoordinasi dengan delapan kabupaten untuk membentuk pengurus KPA daerah sehingga bersama-sama berperan aktif dalam penanganan kasus HIV AIDS di wilayah masing-masing,” katanya.

Dia menambahkan terdapat tujuh daerah di Papua Pegunungan yang kasus HIV AIDS cukup tinggi pada tahun 2025 yakni Kabupaten Jayawijaya 5.818 kasus, Tolikara 1.194 kasus, Lanny Jaya 424 kasus, Pegunungan Bintang 147 kasus, Yalimo 145 kasus, Yahukimo 114 kasus, Mamberamo Tengah 100 kasus.

“Kami akan mulai mengumpulkan data untuk memperbaharui data kasus HIV AIDS di delapan kabupaten Papua Pegunungan saat ini. Kami berharap penanganan kasus HIV AIDS ini dapat didukung oleh pemerintah daerah sehingga dapat menyelamatkan generasi muda dan masyarakat Papua Pegunungan ke depan,” ujarnya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026