asiawebawards.com
  • 2026-07-21 16:49:56 +0000 UTC

    Jul 21, 2026

    Kotawaringin Art Festival perkuat pelestarian budaya Dayak dan pengembangan talenta seni

    Kotawaringin Art Festival perkuat pelestarian budaya Dayak dan pengembangan talenta seni

    Selasa, 21 Juli 2026 23:49 WIB

    Image Print

    Tenaga Ahli Madya di Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP), Cheryl Anelia Tanzil (Batik merah) dan Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan RI, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, pada saat melakukan prosesi penyambutan tamu dengan tradisi adat Dayak, di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Selasa (21/7/2026) malam. ANTARA/Rajib Rizali.

    Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menilai Kotawaringin Art Festival: Laman Kutamara, yang merupakan rangkaian Kemah Tari Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026, menjadi ruang penting untuk memperkuat pelestarian budaya Dayak sekaligus mengembangkan talenta seni melalui kolaborasi lintas daerah.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Adi Suseno, di Palangka Raya, Selasa, mengatakan kesenian tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter, pelestarian identitas budaya, serta kesejahteraan jiwa masyarakat.

    "Kami melihat ekosistem seni di Kalimantan Tengah terus hidup dan berkembang. Ini menjadi modal penting dalam menjaga kekayaan budaya daerah," katanya.

    Salah satu penampilan seni tari dari pada pertunjukan Kotawaringin Art Festival, di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Rajib Rizali.

    Ia menjelaskan, Kalimantan Tengah memiliki bentang budaya yang sangat beragam seiring luas wilayah dan keberadaan 11 daerah aliran sungai besar yang menjadi pusat permukiman masyarakat Dayak sejak dahulu. Kondisi tersebut melahirkan beragam identitas seni dan budaya di setiap wilayah.

    Menurutnya, setiap komunitas memiliki ciri khas kesenian yang berbeda, namun tetap memiliki akar budaya yang sama. Keragaman tersebut menjadi kekuatan yang perlu terus dijaga melalui pembinaan dan ruang berekspresi bagi para pelaku seni.

    "Melalui CKCM 2026 kami menghadirkan ruang inkubasi bagi koreografer dan seniman untuk melahirkan karya-karya berkualitas. Karya seni yang unggul lahir dari proses pembinaan, lokakarya, dan pendampingan yang terarah," ucapnya.

    Adi menambahkan pelaksanaan CKCM 2026 yang berlangsung sejak 15 Juli 2026 menjadi wujud komitmen dalam merawat potensi seni budaya Kalimantan Tengah.

    Program itu juga mempertemukan seniman lokal dengan pelaku seni dari berbagai daerah di Indonesia untuk membangun kolaborasi.

    "Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Kebudayaan terus diperkuat agar pembinaan talenta seni dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga melahirkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

    Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan RI, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, mengatakan, Kementerian Kebudayaan memiliki program Manajemen Talenta Nasional sebagai wadah pembinaan bagi pelaku seni sejak tahap pengembangan hingga memperoleh kesempatan tampil di tingkat yang lebih luas.

    "Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku budaya Kalimantan Tengah untuk menampilkan karya mereka di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.

    Ia juga menjelaskan pemerintah menyediakan dukungan pendanaan melalui Dana Indonesiaraya yang ditujukan bagi pelaku budaya. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Dana Abadi Kebudayaan secara lebih inklusif.

    Masyitoh mengajak para pelaku budaya di Kalimantan Tengah memanfaatkan peluang tersebut dengan mengajukan proposal melalui sistem yang telah disediakan.

    "Apalagi berdasarkan informasi yang kami terima, jumlah penerima manfaat Dana Indonesiaraya dari Kalimantan Tengah masih perlu ditingkatkan. Kami berharap semakin banyak pelaku budaya di Kalimantan Tengah yang mengakses Dana Indonesiaraya sehingga lebih banyak karya budaya yang lahir dan berkembang," ungkapnya.

    Tenaga Ahli Madya di Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Cheryl Anelia Tanzil, berharap Kotawaringin Art Festival terus berkembang menjadi agenda budaya yang mampu menarik lebih banyak masyarakat serta wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Ia juga mendorong agar kegiatan tersebut disinergikan dengan agenda besar pemerintah daerah sehingga promosi budaya Dayak semakin luas.

    "Kami berharap kegiatan ini terus didukung sehingga menjadi panggung yang lebih besar bagi pelaku seni budaya Kalimantan Tengah," bebernya.

    Sebagai informasi, Kotawaringin Art Festival yang dilaksanakan di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, menampilkan beragam kesenian tari dari berbagai penjuru daerah.

    Kotawaringin Art Festival yang merupakan bagian dari Kemah Tari Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026.

    Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya di bawah Kementerian Kebudayaan RI, Igal Performance Lab, dan Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM).

    Pewarta : Rajib Rizali
    Uploader: Admin 2
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-21 16:49:56 +0000 UTC