Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, membentuk kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai wadah untuk mengoptimalkan pembinaan dan pendampingan kepada petani, peternak serta nelayan di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara di Sorong, Rabu, mengatakan pembentukan kepengurusan HKTI Kota Sorong merupakan tindak lanjut dari mandat Ketua Karateker HKTI Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu.
"Hari ini kami melakukan rapat pembentukan struktur kepengurusan HKTI Kota Sorong. Kami menindaklanjuti mandat yang disampaikan oleh Ketua Karateker HKTI Provinsi Papua Barat Daya," katanya.
Ia menjelaskan HKTI diharapkan menjadi rumah besar yang dapat mengakomodasi kepentingan petani, peternak dan nelayan, sekaligus menghimpun berbagai kelompok binaan yang tersebar di Kota Sorong.
Menurut dia, wadah tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Provinsi Papua Barat Daya yang direncanakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
"Kami melakukan rapat teknis untuk membahas persiapan menghadapi Musda HKTI Provinsi Papua Barat Daya. Kami juga mendorong para petani, peternak dan nelayan untuk hadir bersama-sama dalam kegiatan tersebut," ujarnya.
Nelwan mengatakan keberadaan HKTI memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok petani, peternak dan nelayan yang selama ini telah dibina oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Ia menyebut kelompok-kelompok binaan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kota Sorong sehingga perlu dihimpun dalam satu wadah agar pendataan, pembinaan, dan pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.
"Tujuannya bagaimana memberdayakan kelompok petani, peternak, dan nelayan yang ada di Kota Sorong. Melalui wadah ini, OPD teknis dapat melihat secara langsung kelompok-kelompok binaan yang ada di lapangan," katanya.
Nelwan menambahkan, pihaknya masih melakukan inventarisasi jumlah kelompok tani, peternak dan nelayan yang akan dihimpun dalam HKTI Kota Sorong.
Ia memperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta akan hadir dalam rangkaian kegiatan Musda HKTI Provinsi Papua Barat Daya.
"Petani, peternak, dan nelayan kita cukup banyak dan tersebar. Karena itu, kami mendorong semuanya untuk bersama-sama berada dalam satu rumah besar, yakni HKTI Kota Sorong," ujarnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.