Kota Palu ajak dunia usaha perluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas
Selasa, 15 September 2026 15:30 WIB
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin (tengah) menghadiri pertemuan koordinasi dan penguatan akses perlindungan sosial serta penghidupan inklusif bagi penyandang disabilitas di Palu, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengajak dunia usaha memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas guna mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Sudah beberapa teman-teman kita, penyandang disabilitas yang bekerja, seperti di Alfamidi. Saya berharap dunia usaha yang lainnya seperti kafe, mungkin rumah makan, restoran, dan hotel itu bisa membuka lapangan pekerjaan buat teman-teman kita yang disabilitas,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin pada pertemuan koordinasi dan penguatan akses perlindungan sosial serta penghidupan inklusif bagi penyandang disabilitas di Palu, Selasa.
Pemerintah Kota Palu, kata dia, memandang pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun, termasuk penyandang disabilitas yang memiliki hak dan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Menurut dia, penyandang disabilitas tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi perlu dipandang sebagai subjek pembangunan yang memiliki potensi, keterampilan, dan kreativitas.
Ia mengatakan penyandang disabilitas juga perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan usaha sehingga memiliki pilihan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut, menurut Imelda, tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat.
Ia mengatakan pengalaman penyandang disabilitas yang telah bekerja menunjukkan bahwa mereka dapat berkontribusi secara produktif apabila mendapatkan kesempatan yang sesuai.
“Pasti dengan beberapa persyaratan tertentu, kemudian mereka harus mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan, sehingga nantinya pekerjaan yang mereka butuhkan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengajak dunia usaha untuk melihat kemampuan yang dimiliki penyandang disabilitas, bukan semata-mata keterbatasannya, karena dukungan lingkungan dan kesempatan yang setara dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berkembang.
“Kita perlu mengubah cara pandang bahwa disabilitas adalah keterbatasan semata. Yang harus kita lihat adalah kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap individu,” ujarnya.
Menurut dia, dengan akses yang tepat dan lingkungan yang mendukung, penyandang disabilitas di Kota Palu berpeluang menjadi pekerja produktif, pelaku usaha, maupun bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Wali Kota juga mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini telah memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk terlibat dalam berbagai kegiatan.
Menurut dia, keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang inklusif sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi.
Ia berharap semakin banyak pelaku usaha di Palu yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sehingga mereka dapat memperoleh penghidupan yang layak, mandiri, dan inklusif.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026