asiawebawards.com
  • 2026-08-13 17:01:00 +0000 UTC

    Aug 13, 2026

    Korsel Keluarkan Peringatan Malaria Nasional Usai Temukan Parasit

    Bagikan:

    JAKARTA - Otoritas kesehatan Korea Selatan mengeluarkan peringatan malaria tingkat nasional setelah mendeteksi parasit penyebab penyakit tersebut pada nyamuk.

    Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menyatakan materi genetik dari parasit malaria Plasmodium vivax terdeteksi pada nyamuk Anopheles yang dikumpulkan di Paju dan Yeoncheon, Korea Selatan bagian utara, antara 27 Juli dan 2 Agustus.

    "Ditemukannya parasit pada nyamuk vektor berarti kemungkinan tertular malaria akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi telah meningkat," ungkap badan tersebut dalam pernyataan pada Kamis, 13 Agustus dilansir ANTARA dari Anadolu.

    Peringatan nasional itu menyusul imbauan terkait malaria yang dikeluarkan pada 22 Juni akibat peningkatan jumlah nyamuk vektor. Sebelumnya, peringatan juga telah dikeluarkan di lima wilayah karena adanya klaster kasus dan lonjakan populasi nyamuk.

    Meskipun ada peringatan nasional, Korea Selatan mencatat 201 kasus malaria yang terinfeksi di dalam negeri antara 1 Januari dan 1 Agustus; angka itu turun 43,4 persen dibandingkan dengan 355 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

    Secara historis, kasus malaria di Korea Selatan terkonsentrasi di wilayah dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan negara tersebut dari Korea Utara, meskipun wilayah berisiko telah meluas dalam beberapa tahun terakhir.

    Peringatan nasional itu muncul di tengah musim panas yang luar biasa terik di Korea Selatan. Namun, KDCA menyatakan kepadatan nyamuk vektor malaria masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, sebagian karena suhu panas yang ekstrem.

    Pejabat kesehatan memperingatkan populasi nyamuk dapat kembali meningkat setelah suhu panas ekstrem mereda, dan mendesak pihak berwenang di wilayah berisiko malaria untuk memperkuat langkah-langkah pengendalian nyamuk.

    Mereka juga mengimbau penduduk maupun pengunjung di wilayah berisiko malaria untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari, mengenakan pakaian tertutup (lengan dan celana panjang), serta menggunakan obat antinyamuk, kasa pelindung, dan kelambu.

    Masyarakat yang mengalami gejala yang dicurigai sebagai malaria, termasuk demam dan menggigil, disarankan untuk menjalani pemeriksaan di pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-08-13 17:01:00 +0000 UTC