Korps Marinir lintas negara asah kemampuan tempur di darat lewat SGS

Selasa, 8 September 2026 16:20 WIB

Image Print

TNI dan personel marinir lintas negara mengikuti simulasi tempur di darat dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di lingkungan Brigif 4 Mar/BS, Lampung. Senin, (7/9/2026) (ANTARA/Ho-Puspen Mabes TNI)

Jakarta (ANTARA) - Personel korps marinir dari lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di lingkungan Brigif 4 Mar/BS, Lampung.

Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI di Jakarta, Selasa, dijelaskan korps lintas negara itu terdiri atas Marinir TNI AL, United States Marine Corps (USMC) dari AS, Japan Ground Self Defense Force (JGSDF) dari Jepang dan Republic of Korea Marine Corps (ROK MC) dari Korea Selatan.

Siaran pers tersebut menjelaskan, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam menjalankan patroli darat, serangan ke wilayah musuh dan menangkal serangan musuh atau ambush.

Selama latihan yang berlangsung Senin (7/9) itu, para personel menjalankan ragam simulasi tempur yang berkaitan dengan kegiatan patroli hingga pertempuran di darat.

TNI dan personel marinir lintas negara mengikuti simulasi tempur di darat dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di lingkungan Brigif 4 Mar/BS, Lampung. Senin, (7/9/2026) (ANTARA/Ho-Puspen Mabes TNI)

Seluruh rangkaian latihan pun diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden yang terjadi.

Dengan adanya latihan itu, diharapkan kemampuan menembak para pasukan semakin meningkat serta terjalin hubungan yang harmonis antarkorps dari masing-masing negara.

Ajang SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan SGS merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Ke-21 negara tersebut, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Agus mengatakan latihan itu dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.

Pewarta : Walda Marison
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026