Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:00 WIB
Papua, VIVA – Kontak tembak antara personel Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, berujung maut.
Baca Juga
Dua orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas dalam insiden di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Jumat (23/10/26). Tak hanya menemukan dua orang tewas, personel TNI juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di antaranya 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi HT, senjata, dokumen, atribut kelompok, hingga uang tunai Rp88 juta.
Baca Juga
Kontak tembak tersebut melibatkan personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema dengan kelompok OPM dari Kodap III/Ndugama-Nderakma.
Insiden bermula ketika tim patroli menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Saat melakukan pemeriksaan wilayah, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan sehingga terjadi kontak senjata.
Baca Juga
Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata dalam kondisi tewas. Sementara itu, sejumlah anggota lainnya dilaporkan meninggalkan lokasi. Identitas kedua orang yang tewas masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.
”Kami menyayangkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati,” kata Panglima Koops TNI Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, dikutip Minggu (25/10/26).
Meski menyayangkan adanya korban jiwa, Riyanto menegaskan aparat tidak bisa mengabaikan ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan personel maupun masyarakat. Dia menyebut tindakan di lapangan harus dilakukan secara tegas dan profesional.
”Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya tanpa rasa takut,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, serta senjata tajam. Selain itu, terdapat 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi HT, dokumen, atribut kelompok, dan uang tunai Rp88 juta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Barang-barang tersebut diamankan setelah kontak tembak berlangsung dan situasi dinyatakan terkendali. Riyanto memastikan penanganan jenazah kedua orang yang ditemukan tewas dilakukan secara layak dan bermartabat.
TNI juga akan berkoordinasi dengan pihak berwenang, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan prosesnya tetap menghormati adat dan ketentuan hukum yang berlaku.
Halaman Selanjutnya
Di tengah insiden tersebut, Riyanto turut menyampaikan ajakan kepada anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan agar menghentikan kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat.