asiawebawards.com
  • 2026-07-22 12:40:28 +0000 UTC

    Jul 22, 2026

    Konsorsium PSEL mulai melakukan survei calon lokasi pembangunan di TPA Piyungan

    Konsorsium PSEL mulai melakukan survei calon lokasi pembangunan di TPA Piyungan

    Rabu, 22 Juli 2026 19:40 WIB

    Image Print

    Tim Konsorsium Cakra Energi Lestari Wilayah Yogyakarta Raya bersama perwakilan pemerintah daerah saat koordinasi dalam agenda peninjauan calon lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Piyungan, Bantul, Rabu (22/7/2026). ANTARA/HO-Istimewa

    Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menyampaikan Tim Konsorsium Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta instansi terkait mulai melakukan survei lapangan di calon lokasi pembangunan PSEL di kawasan TPA Piyungan, Rabu.

    Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho, di Bantul, Rabu, mengatakan Tim Konsorsium Cakra Energi Lestari Wilayah Yogyakarta Raya terdiri atas PT Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE), Tianjin TEDA, dan CITICC.

    "Pertemuan ini berupa site survey lokasi TPA Piyungan," katanya.

    Menurut dia, Danantara mengharapkan program PSEL menjadi salah satu proyek prioritas yang segera direalisasikan di DIY, diawali dengan pematangan lahan PSEL mulai akhir Agustus 2026.

    "Diharapkan paling lambat akhir tahun 2026 pembangunan konstruksi PSEL sudah bisa dikerjakan," ujarnya.

    Ia menjelaskan hasil pertemuan tersebut pada prinsipnya membahas percepatan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) konstruksi, sosialisasi kepada masyarakat, finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) pasokan sampah, serta pematangan perhitungan kebutuhan tenaga kerja lokal yang dapat direkrut.

    "Maksud kunjungan lapangan ini untuk mengetahui sekaligus mengoordinasikan langkah percepatan kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, dan Pemkab Sleman," katanya.

    Ia mengatakan kunjungan lapangan dilakukan di calon lokasi pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, guna memastikan kesiapan lahan.

    "Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan lahan calon lokasi PSEL, kesiapan pasokan air baku dari Sungai Opak, serta perlunya disiapkan lahan seluas 1,5 hektare untuk pengolahan residu logam," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Aris Prasena mengatakan pertemuan tersebut juga dihadiri dua perusahaan asal China.

    "Konsorsium antara Pertamina New Renewable Energy bersama dua perusahaan dari China, baik sebagai penyedia teknologi maupun pelaksana konstruksi," katanya.

    Menurut dia, kedua perusahaan tersebut diberikan waktu sekitar tiga bulan oleh Danantara untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

    "Secara administratif mereka akan menyelesaikan seluruh persyaratan dalam kurun waktu tiga bulan bersama Danantara agar dapat ditetapkan secara resmi dan mulai melaksanakan konstruksi," ujarnya.

    Di sisi lain, lanjut Aris, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan dan pematangan lahan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan PSEL.

    "Yang jelas mereka tadi sudah mengecek lapangan dan menyatakan kesiapan yang ada sudah baik, tinggal melanjutkan ke proses berikutnya," katanya.

    Dengan percepatan tersebut, lanjut dia, targetnya pada akhir tahun sudah mulai dilakukan pembangunan konstruksi atau setidaknya melaksanakan peletakan batu pertama instalasi.

    "Harapannya dalam waktu dua tahun, pada akhir 2028 PSEL sudah dapat beroperasi," ujarnya.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konsorsium PSEL mulai survei calon lokasi pembangunan di TPA Piyungan

    Pewarta : Agung Dwi Prakoso
    Editor: Victorianus Sat Pranyoto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-22 12:40:28 +0000 UTC