Banda Aceh (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banda Aceh menyatakan penundaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV 2026 di Kabupaten Aceh Jaya, tidak berdampak pada pembinaan atlet dari ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Ketua KONI Kota Banda Aceh Heri Julius di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pembinaan atlet terus dilakukan, ada tidaknya pekan olahraga, termasuk PORA XV di Kabupaten Aceh Jaya.

"Penundaan PORA di Kabupaten Aceh Jaya yang semula dijadwalkan pada November 2026 ke tahun depan, tidak berdampak pada pembinaan atlet. Yang berdampak jika PORA tidak jadi dilaksanakan," katanya.

Baca juga: Fokus pemulihan bencana, PORA XV di Aceh Jaya digeser ke 2027

Sebenarnya, kata Heri Julius, kontingen Kota Banda Aceh sudah siap mengikuti pekan olahraga empat tahunan tersebut. Namun, kegiatannya digeser pada 2027, maka pihaknya tetap mengikuti pergeseran jadwal tersebut.

"Terkait pergeseran jadwal PORA di Kabupaten Aceh Jaya, kami segera menggelar rapat bagaimana persiapan selanjutnya, termasuk pemusatan latihan atlet," kata Heri Julius.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya selaku tuan rumah menggeser pelaksanaan PORA) XV yang semula pada November 2026 menjadi awal Mei 2027.

Bupati Aceh Jaya Safwandi mengatakan pergeseran jadwal pekan olahraga tersebut karena mempertimbangkan kondisi sebagian besar wilayah Provinsi Aceh yang masih dalam proses pemulihan akibat bencana hidrometeorologi.

Menurut dia, kepastian jadwal tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat persiapan, baik dari sisi pembangunan venue atau arena maupun aspek pendukung lainnya.

"Meski dilaksanakan pada 2027, tetapi untuk nama kegiatan tetap menggunakan PORA XV 2026. Kami berharap seluruh venue dapat selesai tuntas terbangun untuk keberlanjutan pembangunan olahraga di Kabupaten Aceh Jaya," kata Safwandi.

 
Baca juga: Pemkab Aceh Jaya matangkan persiapan selama penundaan PORA

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.