Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Polda Papua mengusut secara menyeluruh dugaan teror terhadap Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura, Rabu.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan dugaan teror tersebut berupa pelemparan benda yang diduga bom molotov oleh orang tidak dikenal.

"Dugaan teror dimaksud adalah berupa pelemparan botol berisi cairan mudah terbakar dilengkapi dengan sumbu, yang biasa kita kenal sebagai molotov, oleh orang tidak dikenal," kata Saurlin.

Menurut dia, benda tersebut mengenai sedikitnya tiga sepeda motor yang berada di area kantor, tetapi tidak sampai menimbulkan kebakaran.

Saurlin mengatakan staf Komnas HAM Perwakilan Papua tidak sempat melihat pelaku karena orang tersebut telah melarikan diri setelah melakukan pelemparan.

Komnas HAM Perwakilan Papua telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Polisi juga telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saurlin meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang.

"Pertama kami berharap supaya Polda segera melakukan penyelidikan menyeluruh, sehingga terduga pelaku segera ditemukan dan kemudian diadili, supaya tidak terjadi hal yang sama ke kantor Setkom Papua," ujarnya.

Selain pengusutan kasus, Komnas HAM meminta Polda Papua memastikan keselamatan dan keamanan petugas HAM yang bekerja di Papua.

"Kami menginginkan supaya Polda Papua memastikan keselamatan dan keamanan para petugas hak asasi manusia yang kami tempatkan di Jayapura dalam menjalankan tugas untuk memajukan dan mengawasi hak asasi manusia di Papua," kata Saurlin.

Ia mengatakan jaminan keamanan diperlukan agar petugas dapat tetap menjalankan fungsi pemantauan dan pengawasan HAM di Papua.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen mengatakan kepolisian belum dapat memastikan benda yang dilempar ke halaman Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua tersebut merupakan bom molotov.

Polisi telah mengamankan pecahan botol dari lokasi kejadian dan meminta Laboratorium Forensik Polda Papua memeriksa kandungannya.

Penyidik juga telah meminta keterangan empat saksi terkait kejadian tersebut.

Peristiwa pelemparan terjadi di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Rabu, sekitar pukul 10.15 WIT.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komnas HAM minta polisi jamin keamanan petugas HAM di Papua

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.