AKURAT.CO Komite Menteri Arab untuk Yerusalem menyerukan penerapan langkah-langkah pembatasan dan pencegahan terhadap Israel guna menghentikan serangan terhadap situs-situs suci dan tindakan yang mereka sebut sebagai terorisme.

Seruan itu disampaikan dalam pertemuan ke-11 Komite Menteri Arab untuk Yerusalem yang digelar di sela-sela sidang ke-166 Dewan Liga Arab tingkat menteri di Kairo, Mesir. Pertemuan dipimpin Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dan dihadiri Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit serta anggota komite.

Dalam pernyataannya, komite sepakat memperkuat upaya diplomatik negara-negara Arab dan meningkatkan komunikasi dengan negara-negara berpengaruh. Tujuannya adalah mendorong tekanan internasional agar serangan terhadap situs suci di Yerusalem dihentikan.

Qatar Usulkan Platform Pantau Pelanggaran

Komite juga menyambut baik inisiatif Qatar untuk membentuk mekanisme kelembagaan berkelanjutan, termasuk platform media khusus, guna memantau, mendokumentasikan dan mengungkap dugaan pelanggaran Israel terhadap situs suci serta jemaah di Yerusalem.

Sekretariat Jenderal Liga Arab bersama negara-negara anggota diminta menindaklanjuti pembentukan mekanisme tersebut, termasuk menentukan sistem operasional dan sumber pendanaannya. Komite juga menyerukan kampanye diplomatik dan media bersama di tingkat Arab dan internasional.

Soroti Rencana Permukiman E1

Komite Menteri Arab turut mengecam rencana Israel membangun 1.234 unit permukiman di kawasan E1, sebelah timur Yerusalem Timur. Menurut komite, pembangunan tersebut berpotensi memutus kesinambungan wilayah antara bagian utara dan selatan Tepi Barat.

Kawasan E1 merupakan bagian dari proyek permukiman yang mencakup sekitar 3.400 unit di antara Yerusalem Timur dan permukiman Ma’ale Adumim. Komite menilai proyek tersebut dapat semakin mengisolasi Yerusalem Timur dari wilayah Palestina dan menghambat terbentuknya negara Palestina yang berdaulat serta memiliki wilayah yang berkesinambungan.

Kecam Penggerebekan Fasilitas UNRWA

Komite juga mengecam tindakan aparat Israel yang menggerebek dan mengosongkan Pusat Pelatihan Qalandia, fasilitas yang berafiliasi dengan badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak istimewa organisasi PBB.

Terkait kompleks Masjid Al-Aqsa, komite menyatakan keprihatinan atas meningkatnya tindakan yang dinilai bertujuan mengubah status quo historis dan hukum di tempat suci tersebut. Komite kembali menegaskan bahwa kompleks Al-Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif seluas 144 dunum merupakan tempat ibadah khusus bagi umat Islam.

Komite juga menekankan pentingnya perwalian Hashemite Yordania atas situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Komite Menteri Arab untuk Yerusalem sendiri dibentuk pada Mei 2021 oleh Liga Arab untuk memperkuat upaya diplomatik kepada anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara-negara berpengaruh dalam menghadapi kebijakan Israel di Yerusalem Timur yang diduduki.

Sumber: AA