Selasa, 22 September 2026 - 21:52 WIB

VIVA – Komisi V DPR RI mendorong pemerintah memastikan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan secara merata dan tepat sasaran. Sehingga dapat menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu, baik yang berada di daerah tertinggal maupun kawasan perkotaan.

Baca Juga

Dalam kunjungan spesifik ke Sekolah Rakyat Rakyat di Medan, Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026). Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menilai semangat pembangunan Sekolah Rakyat Rakyat harus diarahkan kepada masyarakat kecil yang selama ini belum memperoleh akses fasilitas pendidikan secara memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan berikutnya, kami ingin juga menyampaikan kepada pemerintah bahwa semangat dari Bapak Presiden itu Sekolah Rakyat ini untuk ada di daerah-daerah masyarakat kecil, yang ada di daerah-daerah terpinggir. Masih banyak masyarakat kita yang tidak mampu, yang miskin ada di daerah kecil, yang tidak mendapat fasilitas-fasilitas semua, maka Sekolah Rakyat ini harus hadir juga di sana,” katanya.

Baca Juga

Ia mengingatkan pemerintah agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak semata-mata berorientasi mengejar jumlah Sekolah Rakyat yang dibangun, melainkan mengutamakan wilayah dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Jangan kita kejar target jumlah yang harus kita bangun setahun ini, tapi kita cari bagaimana target untuk daerah-daerah yang tidak mampu itu, nomor satu kita berikan untuk mereka,” ujarnya.

Roberth secara khusus meminta pemerintah memberikan perhatian kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah daerah juga perlu menjadi pertimbangan Pemerintah pusat dalam menentukan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Baca Juga

“Daerah 3T itu harus wajib hadir di sana, tiap-tiap Kabupaten, Kota di daerah 3T itu punya. Dan itu Pemerintah harus hadir, Pemerintah pusat harus hadir. Karena sekarang ini Pemerintah Daerah itu keterbatasan anggarannya untuk membebaskan lahan 10 hektare,” kata Legislator Senayan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menilai kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat Rakyat tidak hanya terdapat di wilayah 3T. Menurutnya, masih banyak keluarga tidak mampu di kawasan perkotaan yang menghadapi kesulitan dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anaknya. 

“Ya kalau saya lihat tidak hanya di wilayah 3T ya, seperti ini, Kota Medan, ada di kabupaten lain. Intinya adalah bagaimana, karena di Kota-Kota juga banyak anak-anak yang tidak bisa Sekolah Rakyat,” ucap mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 itu.

Halaman Selanjutnya

Pria yang akrab disapa Ijeck tersebut mengatakan pemerintah perlu memperluas jangkauan Sekolah Rakyat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Ia juga menyoroti wacana pembangunan Sekolah Rakyat dengan kapasitas yang lebih besar hingga mencapai 4.000 siswa dalam satu lokasi.