Kodam XXIII berhasil bangun 106 jembatan perintis di Sulteng-Sulbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 06:21 WIB

Image Print

Sejumlah pelajar berjalan di atas Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Parigi Moutong, Sulawesi Tenga (ANTARA) - Kodam XXIII/Palaka Wira telah membangun 106 Jembatan Perintis Garuda di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulteng) sebagai upaya untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

“Di Kodam XIII/Merdeka, kita sudah menyelesaikan 106 titik, ada 53 di Sulawesi Barat dan 53 di Sulawesi Tengah. Dan ini akan terus berlanjut,” kata Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar saat peresmian Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat.

Ia menjelaskan Jembatan Garuda merupakan program pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat.

Program tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses.

TNI AD, kata dia, menjadi bagian dari pelaksana pembangunan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat sekaligus implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menurut dia, pihaknya telah memperoleh laporan mengenai 53 jembatan yang akan dikerjakan hingga akhir 2026. Selain itu, masih terdapat sejumlah usulan pembangunan jembatan dari kepala desa dan kepala dusun.

Pangdam menargetkan pembangunan jembatan di wilayah tersebut dapat bertambah hingga 80 titik sampai akhir tahun, selain 106 jembatan yang telah diselesaikan.

Ia juga menjelaskan jenis jembatan yang dibangun disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Yang kita bangun ini ada tiga jenis, khususnya untuk wilayah kita, yaitu jembatan perintis gantung, jembatan Armco, dan jembatan beton,” ujarnya.

Ia menambahkan pemeliharaan jembatan yang telah dibangun juga menjadi perhatian. Babinsa akan melakukan pengecekan kondisi dan kekuatan jembatan secara berkala setiap tiga bulan.

“Secara periodik kita akan lakukan kontrol, dan kalau seandainya terjadi nanti harus ada perbaikan, kita lakukan nanti berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jembatan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026