Kodam Udayana doa bersama lintas agama untuk pemulihan gempa di NTT
Kita berkumpul bukan sekadar untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi untuk menyatukan hati, pikiran, dan doa, sebagai wujud kepedulian serta solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah bencana alam di wilayah NTT
Denpasar (ANTARA) - Kodam IX/Udayana menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memohon keselamatan dan pemulihan pascabencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tersebut berlangsung di Lapangan Makorem 163/Wira Satya pada Rabu dan diikuti seluruh personel militer serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) se-Garnisun Denpasar.
“Kita berkumpul bukan sekadar untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi untuk menyatukan hati, pikiran, dan doa, sebagai wujud kepedulian serta solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah bencana alam di wilayah NTT," ucap Pangdam Piek Budyakto.
Menurutnya, perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang, bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kemanusiaan. Musibah yang dialami masyarakat NTT merupakan keprihatinan seluruh bangsa Indonesia.
Baca juga: Kodam Udayana mulai fokus pulihkan listrik hingga jalan pascagempa NTT
“Di tengah perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang, kita menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan dan semangat persaudaraan tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan kita sebagai satu bangsa,” ucapnya.
Pangdam juga mengajak pemerintah daerah, seluruh komponen bangsa, tokoh agama, dan masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bali Mahrusun dalam ceramah kebangsaan juga mengajak seluruh peserta mendoakan prajurit TNI dan Polri, tenaga medis, serta para relawan yang bertugas di wilayah terdampak.
Selanjutnya, doa bersama dipandu secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Katolik, Protestan, dan Hindu. Rangkaian doa lintas agama tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam memberikan dukungan moral dan spiritual kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.
Baca juga: Waketum MUI Marsudi sampaikan duka dan ajak umat bantu penyintas gempa NTT
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.