Senin, 5 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Arab Saudi, VIVA – Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah melancarkan serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi, di sepanjang pesisir Laut Merah, Yaman. Pengumuman itu disampaikan tak lama setelah kelompok Houthi mengklaim telah menguasai wilayah baru di bagian barat daya Yaman. 

Baca Juga

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan 100 jet tempur dikerahkan untuk memberikan dukungan kepada pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, koalisi telah memberikan perlindungan udara di Selat Bab el-Mandeb yang strategis dan menghancurkan ratusan target milik Houthi dalam operasi yang masih berlangsung.

Baca Juga

Namun, kampanye militer beserta rinciannya belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan udara terjadi setelah Houthi merebut kota penting di Yaman

Baca Juga

Melansir laman AP News, Senin (5/10/2026), kelompok Houthi merebut Kota Turbah pada Minggu, tak lama sebelum pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan operasi militer besar-besaran untuk menghadapi mereka.

Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan Houthi kembali menghidupkan perang saudara di Yaman setelah gencatan senjata yang berlangsung selama empat tahun.

Turbah berada di jalur utama yang menghubungkan ibu kota Provinsi Taiz dengan Kota Aden, yang menjadi pusat pemerintahan sementara Yaman. Selama bertahun-tahun, kota tersebut menjadi salah satu basis penting pasukan pemerintah dalam mempertahankan Taiz dari serangan Houthi.

Sebelumnya, Houthi telah merebut sejumlah desa dan wilayah di sekitar Taiz dalam serangkaian serangan. Pergerakan tersebut membuka jalan bagi kelompok pemberontak untuk mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.

Konflik kembali memanas, menunjukkan kemampuan Houthi yang didukung Iran

Pada awal September, Houthi bergerak cepat di sepanjang pesisir barat Yaman di Laut Merah. Mereka merebut Kota Mokha yang strategis serta sejumlah pulau di Laut Merah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguasaan wilayah tersebut memungkinkan Houthi mengendalikan sisi Yaman dari Selat Bab al-Mandab, jalur strategis yang menjadi salah satu titik sempit perdagangan global. Sekitar 12 persen perdagangan dunia melewati selat tersebut.

Dalam pengumuman pada Minggu, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan telah mengerahkan pasukan di berbagai wilayah yang masih berada di bawah kendali pemerintah.

Halaman Selanjutnya

Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi. Ia juga meminta dukungan masyarakat internasional bagi pemerintah Yaman.