Klaim Kesehatan Anak Melonjak, Allianz Bayar Lebih dari Rp212 Miliar
Kamis, 23 Juli 2026, 20:15 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Allianz Indonesia membayarkan klaim kesehatan senilai lebih dari Rp212 miliar kepada tertanggung berusia 0–21 tahun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Nilai tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan perlindungan kesehatan anak di tengah masih besarnya risiko penyakit dan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung keluarga.
Hingga Semester I-2026, Allianz Indonesia memberikan perlindungan kepada lebih dari 119 ribu tertanggung pada kelompok usia tersebut. Berdasarkan data perusahaan, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi, yakni 6.269 kasus, disusul diare sebanyak 2.536 kasus dan infeksi tenggorokan sebanyak 1.672 kasus.
Data tersebut sejalan dengan Profil Statistik Kesehatan 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan 40,12% balita di Indonesia mengalami keluhan kesehatan, menjadikan kelompok usia tersebut sebagai salah satu yang paling rentan terhadap masalah kesehatan.
Selain tingginya angka kesakitan pada anak, pembiayaan kesehatan juga masih menjadi tantangan bagi rumah tangga. BPS mencatat sekitar 50% pengeluaran kesehatan di Indonesia masih berasal dari pembayaran langsung masyarakat (out of pocket), sehingga berpotensi mengganggu kondisi keuangan keluarga ketika anggota keluarga membutuhkan perawatan medis.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi berbagai tujuan keuangan jangka panjang, termasuk alokasi dana pendidikan maupun kebutuhan masa depan anak.
Head of Product Allianz Syariah Indonesia Rina Triana mengatakan risiko kesehatan anak dapat memberikan tekanan finansial apabila keluarga belum memiliki perlindungan yang memadai.
"Bagi orang tua, ketika anak sakit, prioritas utama tentu adalah memastikan mereka memperoleh penanganan medis yang terbaik. Karena itu, kesiapan finansial menjadi penting agar perhatian keluarga dapat tetap berfokus pada proses pemulihan anak, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan maupun terganggunya berbagai rencana yang telah dipersiapkan untuk masa depan mereka," ujar Rina dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, perlindungan kesehatan merupakan bagian dari perencanaan keuangan keluarga yang sebaiknya dipersiapkan sebelum risiko terjadi.
Baca Juga: Viral! Klaim Asuransi Kanker Rp500 Juta Tak Cair hingga Pasien Meninggal, Begini Penjelasan Allianz
Baca Juga: Inflasi Medis Indonesia Diproyeksi Tertinggi di Asia pada 2026, Biaya Penyakit Jantung Naik Tajam
Rina menilai asuransi kesehatan tidak hanya berfungsi membantu pembiayaan pengobatan, tetapi juga menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang tetap dapat tercapai.
"Perlindungan kesehatan melalui produk asuransi bukan sekadar membantu membiayai pengobatan ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, asuransi membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang, seperti pendidikan dan berbagai rencana masa depan anak, tetap dapat diwujudkan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan mempersiapkannya sedini mungkin, bukan ketika risiko sudah terjadi," kata Rina.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri