Setelah pembunuhan ibunya, Denise memberikan kesaksian terhadap ayahnya sendiri dan Venturino dalam kasus penculikan, penyiksaan, mutilasi, serta pembunuhan Lea.

Carlo dan Venturino dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, meskipun hukuman Venturino kemudian dikurangi.

Kesaksian tersebut membuat Denise harus hidup dalam program perlindungan saksi Italia. Selama enam tahun, ia menjalani kehidupan dengan identitas palsu yang dibuat negara.

Pada pemakaman ibunya pada Oktober 2013, Denise yang saat itu berusia 22 tahun berbicara dari balik kaca antipeluru.

"Hari ini sangat berat bagi saya, tetapi Mama memberi saya kekuatan," katanya.

"Saya tidak akan pernah berhenti berterima kasih kepadamu."

Lea dan Denise termasuk sedikit perempuan yang memilih atau mampu keluar dari keluarga kriminal mereka. Namun, keputusan tersebut membawa konsekuensi besar.

Keduanya pernah hidup di bawah perlindungan negara dan kemudian sama-sama meninggalkan program itu dalam keadaan kecewa terhadap negara Italia.

Hidup Baru, tetapi Tidak Selalu Merasa Aman

Menurut Kementerian Dalam Negeri Italia, sekitar 6.000 orang terdaftar dalam program perlindungan saksi negara tersebut.

Jaksa anti-mafia Alessandra Cerreti, yang telah membujuk puluhan perempuan untuk memberikan kesaksian melawan keluarga kriminal di berbagai sindikat kejahatan Italia, mengatakan risikonya tetap tinggi.

Berdasarkan hukum Italia, penyidik memiliki waktu 180 hari untuk bekerja dengan calon kolaborator guna memastikan apakah keterangannya benar atau apakah orang tersebut sebenarnya masih setia kepada keluarga kriminalnya.

"Kami memiliki waktu yang singkat untuk memahami seluruh situasinya," kata Cerreti kepada CNN.

Menurut dia, proses tersebut juga kerap terkendala keterbatasan anggaran serta minimnya orang lain yang dapat menguatkan kesaksian, terutama tidak lama setelah seseorang melarikan diri dari keluarga kriminalnya.

Jika diterima dalam program, perlindungan akan dievaluasi setiap empat tahun untuk mengetahui apakah saksi masih bekerja sama, telah kembali kepada keluarga mafia, atau menghilang.

Mereka dapat diberikan tempat tinggal, identitas palsu, pekerjaan, serta riwayat kehidupan baru yang dapat dikonfirmasi jika diperiksa orang lain.

Namun, Cerreti mengatakan mereka hidup dengan uang yang sangat terbatas dan jarang benar-benar merasa aman.

Lea sendiri keluar dari program perlindungan pada 2009, tahun ketika ia dibunuh. Sebelumnya, ia menyembunyikan Denise di biara-biara dan kota-kota kecil di berbagai wilayah Italia.

Lea menyebut kesulitan keuangan serta ancaman terus-menerus kehilangan perlindungan sebagai alasan keluar dari program. Saat itu, negara kesulitan menguatkan sejumlah keterangannya karena tidak ada saksi lain yang dapat mendukung kesaksiannya.

Berdasarkan hukum Italia, perlindungan dapat dihentikan apabila kesaksian seorang kolaborator tidak dapat dikuatkan atau ancaman terhadap dirinya dinilai sudah tidak ada.

"Jika kami memiliki lebih banyak waktu, kami bisa melindungi mereka yang bersedia berbicara dengan lebih baik, dan itu akan memudahkan orang lain untuk melakukan hal yang sama," kata Cerreti.

"Tetapi sering kali melarikan diri terasa sama berisikonya dengan tetap tinggal."