Jakarta -
Selama 18 tahun, Yudha Satria Suhendar (26) harus menjalani hari-harinya dengan kondisi penglihatan yang bermasalah. Pria kelahiran 5 Februari 2000 itu mendapati kelainan pada matanya sejak masih berusia 8 tahun. Yudha didiagnosis mengalami keratoconus bilateral.
Keratoconus merupakan kondisi medis saat struktur kornea mata menipis dan perlahan menonjol ke luar menyerupai kerucut. Karena sifatnya bilateral, kondisi ini menyerang kedua bola mata Yudha secara bersamaan.
Akibatnya, ketajaman penglihatannya terus menurun seiring bertambah usia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Yudha, melewati masa kanak-kanak, remaja, hingga kini menginjak usia dewasa muda di tengah keterbatasan visual bukanlah hal yang mudah. Banyak aktivitas sederhana yang dapat dilakukan orang lain dengan lancar, justru menjadi perjuangan tersendiri baginya.
"Kadang saya merasa lelah. Bukan karena saya tidak ingin berjuang, tetapi karena saya sudah terlalu lama berjuang," ungkap Yudha saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/10/2026).
Perjalanan panjang tersebut kini membawa Yudha pada satu titik krusial. Tim medis menyatakan ia membutuhkan tindakan transplantasi atau cangkok kornea agar penglihatannya tidak terus memburuk.
Saat ini, ia menjalani perawatan dan prosedur rujukan di Pusat Mata Nasional (PMN) RS Mata Cicendo, Bandung.
Meski begitu, mendapatkan donor kornea bukan perkara mudah. Kelangkaan ketersediaan donor mata di dalam negeri membuat proses penantian menjadi masa-masa yang penuh ketidakpastian.
Di satu sisi ia mendambakan kesembuhan, tetapi di sisi lain kekhawatiran akan masa depan terus membayangi.
Kini, kondisi tersebut dirasakannya cukup mendesak. Yudha berharap bisa segera mendapatkan titik terang dan bantuan informasi mengenai ketersediaan donor kornea, baik dari Bank Mata, rumah sakit, dokter spesialis mata, maupun yayasan sosial yang menanganinya.
"Saya tidak bermaksud merepotkan siapa pun. Saya hanya sedang berusaha mencari jalan agar bisa mendapatkan penanganan dan donor yang saya butuhkan," pungkasnya penuh harapan.
(sao/naf)