asiawebawards.com
  • 2026-08-15 14:31:32 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    Kilang Balongan optimalkan SPM untuk penyaluran minyak mentah

    Kerja sama pemanfaatan bersama fasilitas SPM ini adalah strategi yang baik dalam mengoptimalkan infrastruktur perusahaan agar roda bisnis Pertamina Group bisa saling menyokong

    Indramayu (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, mengoptimalkan fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 165.000 deadweight tonnage (DWT) untuk memperlancar penyaluran minyak mentah Jatibarang Crude Oil (JCO) produksi PT Pertamina EP.

    Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Yulianto Triwibowo dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Sabtu, mengatakan optimalisasi fasilitas tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Pertamina EP Zona 7.

    “Kerja sama pemanfaatan bersama fasilitas SPM ini adalah strategi yang baik dalam mengoptimalkan infrastruktur perusahaan agar roda bisnis Pertamina Group bisa saling menyokong,” katanya.

    Ia mengatakan Kilang Balongan yang sejak awal beroperasi mengolah minyak mentah dari Duri dan Minas, Provinsi Riau, kini juga menyerap minyak mentah Jatibarang, Indramayu sebagai bahan baku produksi bahan bakar minyak (BBM).

    Menurut dia, pemanfaatan minyak mentah produksi dalam negeri tersebut dapat mendukung keberlangsungan operasional kilang sekaligus membuka peluang pengurangan impor minyak mentah.

    “Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan berdampak pada peningkatan margin perusahaan, serta dapat mengurangi impor Crude Oil,” ujarnya.

    Adapun SPM 165.000 DWT, kata dia, merupakan fasilitas sandar terapung di laut lepas milik Kilang Balongan yang berada sekitar 15 hingga 18 kilometer dari daratan dan berfungsi untuk bongkar muat minyak mentah dari kapal tanker besar.

    Pihaknya mengemukakan minyak mentah dari kapal kemudian dialirkan menuju kilang melalui pipa bawah laut. Untuk menjaga keselamatan operasional, personel gabungan Kilang Balongan rutin melakukan patroli dan pemeriksaan SPM guna mengantisipasi kebocoran serta pencemaran lingkungan laut.

    Sementara itu, General Manager Pertamina EP Zona 7 Jufrianson Alfredo Sinaga mengatakan pemanfaatan SPM 165.000 DWT membuat minyak mentah Jatibarang dapat disalurkan ke kilang lain sesuai kebutuhan sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

    Ia mengatakan keterhubungan antara produksi minyak mentah dan fasilitas pengolahan, menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

    Ia menambahkan, optimalisasi fasilitas tersebut membantu memastikan minyak mentah yang diproduksi oleh perusahaannya dapat tersalurkan ke fasilitas pengolahan.

    “Ini patut kita syukuri karena ada keseimbangan antara kapasitas produksi crude dengan kilang, minimal mengurangi impor dan menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

    Baca juga: Kilang Balongan manfaatkan gas "flare" untuk tekan emisi

    Baca juga: Pertamina sebut MT Balongan jadi kunci penguatan distribusi energi

    Pewarta: Fathnur Rohman
    Editor: Ahmad Wijaya
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-15 14:31:32 +0000 UTC