Jakarta -

PHP mungkin tak familier bagi banyak orang, tapi bahasa pemrograman ini jadi mesin penggerak sebagian besar situs dan aplikasi web. Diperkirakan hampir 70% dari seluruh internet memakai PHP, termasuk WordPress, yang digunakan sekitar 40% situs. Karenanya, kabar PHP memiliki celah keamanan membuat dunia maya panik karena berisiko melumpuhkan mayoritas situs.

PHP sering disebut tulang punggung web. Bahasa pemrograman ini, sebuah cara untuk memberikan instruksi kepada komputer, ada sejak 1997 dan memungkinkan situs web mengelola masukan pengguna serta memproses informasi di balik layar.

Kini, tim pengembang PHP mendesak para pengguna segera melakukan pembaruan setelah mereka menambal dua kerentanan kritis dengan tingkat bahaya 9,2 dari 10,yang jika dieksploitasi dapat memungkinkan peretas mengambil alih server internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari Rabu, tim pengembang PHP merilis pembaruan yang memperbaiki dua kerentanan kritis yang dapat memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi. Semua pengguna PHP sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan.

U.S. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) sangat mendesak berbagai organisasi segera menambal kerentanan kritis yang baru diungkap dalam PHP. "Celah ini menimbulkan risiko bagi organisasi jika dibiarkan tanpa tambalan," sebut mereka.

Divisi Siber FBI tak ketinggalan mendesak semua organisasi yang berpotensi terkena dampak untuk segera memperbarui instalasi PHP yang terdampak. "Jika update secara langsung tidak memungkinkan, disarankan agar organisasi menonaktifkan sistem sampai masalah ini dapat dimitigasi sepenuhnya," kata FBI.

Adapun National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris juga mendorong berbagai organisasi untuk bersiap melakukan pembaruan segera pada sistem yang menggunakan PHP.

OpenAI menyebut model AI mereka membantu peneliti menemukan celah keamanan PHP tersebut. "Mengingat tingkat keparahan celah ini dan penggunaan PHP yang sangat luas, kami menganggap bug ini sebagai salah satu kerentanan yang paling berdampak baru-baru ini. Ini juga menandai fase baru di mana AI dapat menemukan bug keamanan yang berdampak pada skala internet," tulis mereka.

Dikutip detikINET dari ABC, OpenAI yakin model AI-nya telah mengidentifikasi masalah tersebut sebelum para peretas dapat mengeksploitasi kerentanannya.

PHP Foundation sendiri menyatakan potensi eksploitasi tersebut sebenarnya telah diteorikan sejak awal 2024, namun tak ditemukan vektor serangan konkret. Upaya perbaikan berlanjut sporadis selama tahun-tahun berikutnya karena para pakar terkait tersita oleh banyak tanggung jawab. Proses perbaikan terhenti dan dimulai berkali-kali.

PHP Foundation pun mendaftarkan proyek PHP ke program Patch the Planet milik OpenAI dan audit keamanan pun dimulai bulan Juli. Pada bulan September, OpenAI mengidentifikasi bagaimana kerentanan ini dapat dieksploitasi.

Informasi tersebut bersama laporan tambahan dari seorang peneliti keamanan dan penyedia keamanan cloud Wiz, meyakinkan mereka bahwa perbaikan masalah ini harus menjadi prioritas utama dan mereka mulai mengerjakannya pada 11 Agustus.

Begitu informasi tentang kerentanan tersebut beredar di forum daring dan media sosial beberapa hari terakhir, tim pengembang PHP memutuskan mempercepat rencana pengumuman dan perbaikannya. "Kami tidak akan menutupi hal ini: penundaan ini adalah sebuah kegagalan struktural," tambah unggahan itu.

Adapun Amazon Threat Intelligence mendeteksi upaya peretasan pada tanggal 17 Oktober, yang mengindikasikan jhhackder mungkin sudah mengetahui kerentanan ini empat hari sebelum pengembang PHP mengumumkan ke publik.

Amazon memperingatkan karena hacker bergerak lebih cepat daripada sebelumnya, organisasi harus segera menerapkan perbaikan kritis untuk sistem yang terhubung ke internet dalam hitungan jam, bukan berhari-hari atau berminggu-minggu. Mereka juga menyarankan organisasi memeriksa tanda pembobolan dengan merunut hingga tanggal 17 Oktober.

Tim PHP menegaskan memperbarui kode adalah satu-satunya perbaikan yang tuntas. Meskipun mereka menyertakan langkah sementara untuk mengatasi kerentanan, langkah-langkah itu hanya mengurangi risiko paparan dan tidak membuat sebuah server benar-benar aman dari potensi eksploitasi.

(fyk/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA