Kia Pastikan Mobil Dieselnya Siap Tenggak B50
Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB
Bogor, VIVA – PT Kia Sales Indonesia (KSI) menjadi salah satu produsen yang menyatakan kendaraannya siap menghadapi penggunaan B50. Namun, perusahaan masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah sebelum implementasi dilakukan secara luas.
Baca Juga
Vice President Operations KSI, Harry Yanto, mengatakan pemerintah telah melakukan serangkaian pengujian terhadap B50 sebelum bahan bakar tersebut diterapkan. Pengujian dilakukan menggunakan berbagai model kendaraan dengan jarak tempuh hingga 50.000 kilometer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pengujian itu dilakukan secara komprehensif, termasuk uji performa pada suhu rendah sekitar 5 derajat Celsius untuk memastikan karakteristik bahan bakar tetap stabil dan tidak mengalami pembekuan," ujarnya di sela media drive All-New Kia Seltos di Bogor, dikutip VIVA Otomotif Senin 20 Juli 2026.
Baca Juga
Menurut Harry, masih banyak masyarakat yang mengira B50 berarti mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku kelapa sawit. Padahal, komposisinya tidak sesederhana itu.
Ia menjelaskan, formulasi B50 terdiri dari sekitar 35 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit, dipadukan dengan 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), sedangkan sisanya masih berupa solar berbasis fosil.
Baca Juga
Keberadaan HVO menjadi salah satu pembeda dibandingkan campuran biodiesel sebelumnya. Meski biaya produksinya lebih tinggi, bahan tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas bahan bakar sekaligus membantu mengurangi risiko korosi pada sistem penyaluran bahan bakar.
"Nah bedanya antara B40, B30 dengan B50 ini, dia tidak menggunakan 50 persen dari palm oil. Jadi kalau tidak salah itu 35 persen palm oil, 15 persen HVO. HVO ini memang harganya sedikit lebih mahal, tapi dia itu bagus untuk campuran solar, sehingga tidak bisa menyebabkan korosi yang lebih parah di dalam saluran bahan bakar seperti itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, Kia masih menunggu kepastian implementasi B50, khususnya untuk kendaraan yang telah memenuhi standar emisi Euro 4. Menurut perusahaan, mesin diesel common rail modern tetap membutuhkan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah agar sistem injeksi dan komponen pendukungnya dapat bekerja secara optimal.
Karena itu, untuk saat ini Kia masih merekomendasikan penggunaan Pertamina Dex yang memiliki kadar sulfur di bawah 50 ppm, sesuai kebutuhan mesin diesel berstandar Euro 4.
Halaman Selanjutnya
Saat ini, Kia Carnival Diesel menjadi satu-satunya model bermesin diesel yang masih dipasarkan Kia di Indonesia. Sebelumnya, pabrikan asal Korea Selatan itu juga pernah menawarkan Seltos Diesel, Sorento Diesel, Sportage Diesel, serta generasi terdahulu Carnival Diesel.