Malang Raya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan transfer pengetahuan mengenai budaya kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian.
Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, semakin banyak anak muda yang memahami nilai dan filosofi hingga memiliki keterampilan kesenian tradisional, maka proses regenerasi pelaku budaya bisa berjalan dengan masif.
"Keberhasilan pelestarian budaya adalah lahirnya generasi baru yang mampu meneruskan. Jadi, kuncinya ada di regenerasi," kata Khofifah.
Ia menyampaikan para generasi muda juga punya kewajiban mengembangkan kebudayaan, seperti seni tradisional sesuai perkembangan zaman.
Dia menyatakan keberhasilan menjaga eksistensi budaya beserta nilai dan filosofinya, bukan hanya berpatokan pada seberapa banyak agenda pertunjukan yang dibuka, melainkan mengacu jalannya proses regenerasi.
"Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus," ujar dia.
Khofifah menyatakan, pembangunan ekosistem seni dan budaya perlu diperluas, sebab para pelaku di dua bidang itu harus mendapatkan jaminan ruang berkarya, berkembang, dan mendapatkan manfaatkan ekonomi dari aktivitas yang digeluti.
Oleh karena itu, ia menegaskan pelestarian budaya membutuhkan keseimbangan antara pelestarian, regenerasi, penguatan kapasitas pelaku budaya, dan pembukaan akses ekonomi.
Pengembangan seni dan budaya perlu dihubungkan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
"Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat," kata Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari, mengatakan, salah satu kesenian tradisional yang mendapatkan perhatian adalah Topeng Malangan. Upaya pelestarian gencar dilakukan dengan melibatkan peran para seniman dan sanggar.
Dia mencatat pada 2025 tercatat terdapat 11 sanggar tari khusus Topeng Malangan, namun seiring berjalannya waktu jumlah tersebut meningkat menjadi 15 sanggar pada 2026.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah seniman aktif, pada 2025 tercatat sebanyak 369 seniman aktif, sedangkan hingga Agustus 2026 jumlahnya telah mencapai 589 seniman.
"Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan bahwa ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus memastikan kesenian ini tetap hidup dan dekat dengan generasi muda," tutur Evy.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.