asiawebawards.com
  • 2026-08-09 10:00:00 +0000 UTC

    Aug 09, 2026

    Khofifah tegaskan Jatim gudangnya ulama dan dorong "tafaqquh fiddin" - ANTARA News Jawa Timur

    Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim sebagai gudangnya ulama dan mendorong gerakan tafaqquh fiddin dari berbagai profesi saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan V Ma'had Aly Nurul Cholil, Bangkalan.

    "Untuk bisa membangun tafaqquh fiddin dari berbagai profesi-profesi yang lain, Insya Allah di Jawa Timur ini gudangnya ulama. Dan banyaknya ulama ini memberikan manfaat yang luar biasa di Jawa Timur," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.

    Dalam wisuda yang diikuti 51 mahasantri itu, Khofifah juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim mendukung pendidikan tinggi keagamaan melalui berbagai program beasiswa yang disalurkan lewat Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim.

    Sepanjang 2019-2026, sebanyak 7.976 mahasiswa telah menerima manfaat program beasiswa tersebut.

    Dukungan untuk pendidikan Ma'had Aly tercatat diberikan kepada 240 mahasiswa pada 2019, 425 mahasiswa pada 2021, 285 mahasiswa pada 2023, 45 mahasiswa pada 2024, 380 mahasiswa pada 2025, dan 105 mahasiswa pada 2026.

    "Tentu ini karena doa, ikhtiar, dan kerja keras kita semua, kita sudah bisa menambah beasiswa S2 dan mulai memasifkan beasiswa S3. Dan ada beasiswa Al-Azhar yang dulunya kita kirim S1, tapi kita mendiskusikan untuk meningkatkan ke S2 ," ujarnya.

    Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk jenjang S1 dan S2 di Al-Azhar Kairo mencatat penerima sebanyak 30 mahasiswa pada 2021, 30 mahasiswa pada 2022, 30 mahasiswa pada 2023, 33 mahasiswa pada 2024, 35 mahasiswa pada 2025, dan 30 mahasiswa pada 2026.

    "Saya ingin menyampaikan untuk mendapatkan beasiswa di Al-Azhar itu persetujuannya harus oleh Grand Sheikh Al-Azhar. Alhamdulillah waktu itu kami diterima langsung oleh beliau. Saya menyampaikan bahwa mereka yang pulang dari Al-Azhar bukan sarjana Al-Azhar, mereka yang pulang dari Al-Azhar adalah ulama Al-Azhar. Jadi beda standar," katanya.

    Khofifah juga berpesan agar para wisudawan menjadi ahli pada bidang yang digeluti. Ia berharap Ma'had Aly mampu melahirkan ulama, kiai, dan tokoh agama yang cakap dalam sektor pembangunan, teknologi, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

    Selain itu, ia berharap Ma'had Aly Nurul Cholil Bangkalan tidak berhenti pada marhalah ula (S1), melainkan terus meningkatkan jenjang pendidikan hingga marhalah tsaniyah (S2) dan marhalah tsalitsah (S3).

    "Nurul Cholil insya Allah termasuk yang punya peluang besar meningkat pada marhalah tsaniyah. Semoga semua bisa berseiring dengan program di Ma'had Aly ini. Salam sukses berkah semuanya dan semoga ilmunya manfaat barakah. Amin," katanya.

    Sementara itu, Mudir Ma'had Aly Nurul Cholil KH Ahmad Faqoth Zubair mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah terhadap pesantren dan berharap lebih banyak program yang dapat diakses para mahasantri.

    Ia juga meminta para mahasantri memperhatikan orasi ilmiah dan wejangan yang disampaikan Gubernur Khofifah sebagai bekal saat terjun di tengah masyarakat.

    "Oleh karena itu, saya berharap orasi ilmiah dan wejangan-wejangan beliau mohon didengarkan dan perlu dicatat sebagai bahan ilmu dan bekal untuk anak-anakku sekalian nanti berjuang di tengah-tengah masyarakat," kata KH Ahmad Faqoth Zubair.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-09 10:00:00 +0000 UTC