Harapannya, ini semakin bisa mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat pengendalian inflasi melalui pasar murah ke-139 di Kabupaten Mojokerto dengan menyediakan kebutuhan pokok berharga terjangkau.
“Upaya penjangkauan melalui pasar murah di tahun 2026 ini sudah yang ke-139. Harapannya, ini semakin bisa mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
Khofifah mengatakan pasar murah menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang keliling. Kemarin kita melakukan hal yang sama di Kedungdung, Sampang, hari ini kita di Mojoanyar, Mojokerto,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir di berbagai daerah untuk memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Harapannya, keterjangkauan itu bisa kita dekatkan, dengan pola-pola yang pada dasarnya kita melapisi apa yang sudah dilakukan Pak Bupati (Mojokerto). Mensubstitusi apa yang mungkin bisa kita kuatkan. Jadi Pemprov hadir sifatnya melapisi apa yang sudah dilakukan kabupaten/kota,” katanya.
Dalam pasar murah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan sedikitnya 10 komoditas pangan strategis, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Kemudian gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak.
Selain komoditas pangan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah produk industri kecil dan menengah (IKM).
Khofifah mengatakan harga sejumlah komoditas dalam pasar murah diupayakan lebih rendah dibandingkan harga di pasaran sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Kalau kita menjual di sini, Minyakita Rp13.000, kalau di pasar tradisional bisa Rp17.000. Begitu juga gula kita jual Rp14.000, di pasar bisa Rp17.000. Sama halnya dengan telur, daging ayam, SPHP juga begitu,” tuturnya.
Aminah, warga Desa Lengkong, mengatakan pasar murah tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sering-sering ya bu menyelenggarakan pasar murah seperti ini. Ini sangat membantu kita yang ekonomi lagi sulit,” katanya.
Baca juga: Pemkab Magetan jaga stabilitas harga pangan dengan pasar murah
Baca juga: Khofifah tegaskan komitmen jaga daya beli melalui pasar murah
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.