Jakarta -
Penyebaran kanker ke tulang atau metastasis tulang tidak selalu menimbulkan gejala sejak awal. Pemeriksaan pencitraan seperti Single-Photon Emission Computed Tomography-Computed Tomography (SPECT-CT) dapat membantu dokter melihat kondisi tulang sekaligus mengetahui lokasi dan luas area yang terdampak.
Pada beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan prostat, tulang menjadi salah satu lokasi penyebaran sel kanker. SPECT-CT menggabungkan informasi fungsional dari SPECT dengan gambaran anatomi melalui CT. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat area tulang dengan aktivitas tidak normal dan mengetahui lokasi kelainan secara lebih spesifik.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir-Teranostik Molekuler, Subspesialis Onkologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Yustia Tuti, Sp.KN-TM, Subsp.Onk (K), mengatakan SPECT-CT dapat membantu melihat penyebaran sel kanker ke tulang secara lebih menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada pasien dengan metastasis tulang, kita perlu melihat bukan hanya apakah terdapat lesi, yaitu area tulang yang menunjukkan kelainan, tetapi juga di mana lokasi penyebaran sel kanker, seberapa luas, dan bagaimana kondisi tulang yang terdampak," kata Yustia dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, informasi dari SPECT-CT dapat membantu dokter menilai risiko komplikasi pada tulang. Beberapa di antaranya yakni nyeri tulang, fraktur patologis atau patah tulang akibat tulang melemah, hingga penekanan pada saraf tulang belakang.
Namun, temuan pada tulang tidak selalu berarti kanker telah menyebar. Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir-Teranostik Molekuler, Subspesialis Onkologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Andreas Lim, Sp.KN-TM, Subsp. Onk. (K), FANMB, mengatakan perubahan pada tulang juga dapat disebabkan kondisi lain.
"Tidak semua perubahan pada tulang menunjukkan adanya metastasis. Dengan melihat hasil pemeriksaan SPECT-CT, dokter dapat menilai apakah temuan tersebut lebih mengarah pada metastasis atau perubahan lain pada tulang," ujar Andreas.
Ia menambahkan, pemeriksaan SPECT-CT juga dapat membantu memperjelas temuan yang masih meragukan sehingga dokter dapat menentukan evaluasi berikutnya sesuai kondisi pasien. Dengan informasi mengenai kondisi tulang yang lebih lengkap, hasil pemeriksaan dapat menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan penanganan pasien.
Layanan SPECT-CT tersedia di Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Layanan tersebut terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital dan didukung tim dokter multidisiplin, Tumor Board, serta Patient Navigator dalam proses perawatan pasien.
(akn/ega)