Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:13 WIB
VIVA – Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan perubahan sikapnya untuk tampil lebih tenang dan berusaha meredam situasi panas usai membawa Skuad Garuda meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam.
Baca Juga
Kemenangan besar yang diwarnai lima gol Mitchell Baker serta masing-masing satu gol dari Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks tersebut memastikan langkah Indonesia menembus babak final untuk berhadapan dengan Thailand. Tim asuhan John Herdman memuncaki klasemen akhir Grup A usai unggul produktivitas gol atas Malaysia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Usai peluit panjang dibunyikan, sempat terjadi insiden keributan antarpemain di lapangan. Namun, Kevin Diks memilih untuk tidak terlibat dan fokus menenangkan rekan-rekannya.
Baca Juga
Keributan pecah di laga Timnas Indonesia vs Bangladesh
Photo :
- VIVA/Surya Aditiya
"Saya tidak melihatnya (penyebab keributan). Saya mencoba untuk tetap tenang. Saat lawan Malaysia saya sempat terbawa suasana di beberapa momen, tapi itulah pertandingan derbi. Namun sebagai kapten, mungkin terkadang harus bisa sedikit lebih tenang. Hari ini saya jauh lebih tenang dan mencoba memisahkan orang-orang karena menurut saya itu tidak perlu," kata Kevin Diks usai pertandingan di SUGBK, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Pemain keturunan Indonesia itu mengakui bahwa emosi tinggi dalam pertandingan merupakan hal yang lumrah, tetapi keputusannya untuk lebih berkepala dingin membantu menjaga kondusivitas tim di akhir laga.
Selain berbicara soal insiden tersebut, Kevin Diks juga membeberkan perjuangan fisiknya selama 30 menit terakhir pertandingan. Meski mengalami kendala stamina, ia meminta pelatih John Herdman menggeser posisinya menjadi penyerang agar tetap bisa berkontribusi tanpa merugikan kedalaman tim.
"Saya bilang ke pelatih, 'Pelatih, saya perlu diganti atau saya naik jadi striker, karena dengan begitu saya bisa bertahan dan menunggu bola sebentar dan tidak membuat tim main dengan 10 orang.' Dia setuju, saya bertahan di posisi striker dan kemudian saya mencetak gol, jadi ya, itu menyenangkan," tutur pemain bernomor punggung 2 tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman usai mengalahkan Bangladesh 9-2 pada FIFA ASEAN Cup 2026
Photo :
- VIVA/Surya Aditiya
Kevin Diks turut menyoroti atmosfer luar biasa di SUGBK. Ia mengaku takjub dengan dorongan tiada henti dari suporter yang terus menuntut tambahan gol kendati Indonesia sudah memimpin jauh.
Halaman Selanjutnya
"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini ketika Anda sudah mencetak begitu banyak gol tetapi rasanya masih belum cukup. Setiap kali terdengar seruan 'Satu lagi, one more, one more!' Saya sampai berkata, 'Apa? Skor 7-2 masih belum cukup?' Menurut saya, ini menunjukkan rasa persaudaraan dan energi luar biasa yang datang dari dalam diri kami," ujar Kevin Diks.