asiawebawards.com
  • 2026-08-04 09:57:53 +0000 UTC

    Aug 04, 2026

    Kesalahan menyusui yang kerap dilakukan ibu saat payudara bengkak

    Jakarta (ANTARA) - Seringkali ketika payudara bengkak para ibu yang sedang memasuki fase menyusui memaksakan diri untuk kerap memompa ASI dengan harapan dapat tetap memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

    Namun, menurut dokter konselor laktasi dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Selasa, ibu justru diminta agar tidak memaksa ASI keluar seperti saat keadaan normal.

    "Jangan dipaksa keluar ya, justru pijatan yang terlalu keras saat memompa ASI akan merusak jaringan dalam payudara. Malah makin menambah kerusakan," kata Anastasia.

    Baca juga: Faktor-faktor yang bisa sebabkan mastitis berulang pada ibu menyusui

    Wanita yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu menyampaikan ketika payudara bengkak, hal yang seharusnya dilakukan oleh ibu adalah memijatnya dengan lebih lembut dan mengompres payudara menggunakan air dingin atau bisa juga menggunakan lembaran daun kol dingin.

    Kesalahan berikutnya adalah sering memompa dengan anggapan akan menambah volume ASI yang dihasilkan.

    "Ibu akan mencoba menaikkan suplai, padahal sedang radang. Ini malah semakin gampang untuk terkena mastitis," katanya.

    Baca juga: Studi ungkap manfaat jangka panjang penurunan berat badan ibu menyusui

    Dia juga menyoroti para ibu yang terkena mastitis tidak segera mencari bantuan pada tenaga ahli dan lebih memilih untuk melakukan penanganan secara mandiri di rumah dalam jangka waktu yang lama.

    Ini menyebabkan peradangan makin lama disembuhkan. Di sisi lain, terdapat kemungkinan ibu sebenarnya membutuhkan antibiotik untuk mengatasi peradangan yang disebabkan oleh infeksi ini.

    "Jangan berusaha semuanya sendirian, sehingga menumpuk dan menjadi stres atau kelelahan. Segera cari bantuan dan dukungan emosional dari orang sekitar ya," ucap dia.

    Baca juga: Kekhawatiran soal ASI yang sering dialami ibu menyusui

    Dalam kesempatan itu, Anastasia yang merupakan lulusan Universitas Atma Jaya itu juga mengatakan bahwa mastitis dapat terjadi di antaranya karena kesalahan posisi pelekatan ketika menyusui dan jadwal memompa ASI yang berubah-ubah.

    Beberapa rekomendasi darinya untuk mencegah mastitis terjadi adalah mengompres payudara menggunakan air hangat ketika tidak bengkak, dengan tujuan untuk melebarkan pembuluh di saluran ASI atau mandi dengan air hangat.

    "Jadi kuncinya, hangat itu pada saat tidak ada nyeri, bengkak, penuh, boleh. Selama tidak ada nyeri, boleh kompres hangat sebelum menyusui atau sebelum pompa, termasuk mandi air hangat. Tapi yang kompres dingin, justru setelahnya atau kalau sudah ada nyeri, pakai kompres dingin," katanya.

    Baca juga: Menyusui secara langsung bisa cegah terjadinya mastitis pada ibu

    Baca juga: Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI

    Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
    Editor: Siti Zulaikha
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-04 09:57:53 +0000 UTC