Kepsek di Halteng Kena Semprot Sherly Tjoanda: Dana Rp1 Miliar Dipakai Buat Apa?
Selasa, 28 Juli 2026, 06:05 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda tampak miris saat meninjau kondisi SMA Negeri 1 Halmahera Tengah (Halteng). Alih-alih menemukan fasilitas belajar yang layak, ia justru mendapati sejumlah persoalan mendasar yang belum juga ditangani meski sekolah menerima dana operasional yang besar dari pemerintah.
Kondisi tersebut membuat Sherly langsung menegur kepala sekolah di hadapan para guru dan siswa. Menurutnya, persoalan sederhana seperti lampu mati hingga toilet rusak seharusnya bisa segera diselesaikan tanpa harus menunggu berlarut-larut.
Saat memasuki salah satu ruang kelas, Sherly melihat ruangan tampak kurang terawat. Perhatiannya kemudian tertuju pada lampu kelas yang tidak menyala. Ia pun meminta penjelasan kepada Kepala SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa lampu tersebut putus dan belum sempat diganti.
Baca Juga: Sherly Tjoanda Kritik Proyek Sekolah Rakyat, Jendela 'Jadul' Disorot: Aduh Ganti Saja
Peninjauan kemudian berlanjut ke toilet siswa. Di lokasi itu, Sherly kembali dibuat kecewa setelah mendapati WC dalam kondisi gelap dan tidak dapat digunakan oleh para siswa.
Sejumlah siswa mengaku kepada Sherly bahwa persoalan tersebut bukan hal baru. Mereka menyebut berbagai kerusakan itu sudah berlangsung cukup lama, bahkan hampir satu tahun.
Menanggapi hal itu, kepala sekolah yang baru sekitar dua bulan menjabat menjelaskan bendahara sekolah sebenarnya telah membeli sejumlah perlengkapan, termasuk lampu. Namun, hingga kini perlengkapan tersebut belum dipasang.
"Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?" ucap Sherly, dikutip dari tayangan di akun TikTok pribadinya.
Dalam dialog tersebut, kepala sekolah juga mengungkapkan bahwa selama satu tahun SMAN 1 Halteng menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp946 juta dari pemerintah pusat. Selain itu, sekolah juga memperoleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebesar Rp120 juta.
Mendengar besarnya anggaran yang diterima sekolah, Sherly mengingatkan bahwa tugas kepala sekolah dan para guru tidak hanya menyelesaikan administrasi, tetapi juga memastikan seluruh persoalan di lingkungan sekolah segera dituntaskan.
Menurutnya, dengan total anggaran operasional yang mendekati Rp1 miliar setiap tahun, fasilitas dasar seperti kipas angin, lampu, septic tank, hingga papan tulis rusak seharusnya tidak lagi menjadi keluhan siswa.
Baca Juga: TPP ASN Dipotong 10%, Sherly Tjoanda Jujur Soal Kas Daerah: Ini Opsi Terbaik
"Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah," tegas Sherly.
Ia pun memberi tenggat waktu kepada pihak sekolah agar segera menyelesaikan seluruh persoalan tersebut.
"Coba Bapak inventaris saya mau laporkan minggu ini dalam satu minggu kalau lampu, kipas angin dan septic tank belum beres DM saya," ungkap Sherly di hadapan para siswa.
Sikap tegas Sherly dalam sidak tersebut menuai perhatian karena ia memilih menyoroti langsung persoalan fasilitas yang selama ini dikeluhkan siswa. Ia menegaskan, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya melalui lingkungan belajar yang layak dan nyaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri