asiawebawards.com
  • 2026-08-15 01:06:00 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    Kepala Otorita Ungkap Lion Air Grup Minat Bangun MRO 30 Hektare di IKN

    Bagikan:

    NUSANTARA - PT Lion Mentari Airlines (Lion Air Group) bakal membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan luas lahan mencapai 30 hektare (ha).

    Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, rencana tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani otorita, Badan Bank Tanah dan Lion Air Group.

    "Tadi ditandatangani MoU-nya antara saya, Bank Tanah dan Lion. Lion ingin membangun MRO di sini 30 hektare supaya untuk bisa membuat training (penerbangan) di sini," kata Basuki dalam media briefing di kantor Otorita IKN, Kalimantan Timur, Jumat, 14 Agustus.

    Basuki menambahkan, Lion Air Group sebelumnya berencana membangun pusat pelatihan (training center) di kawasan IKN. Namun, rencana tersebut kemudian dikembangkan menjadi fasilitas MRO untuk pemeliharaan pesawat.

    "Lion Group mau bikin training center 30 hektare di sini. Tapi, setelah mereka berpikir untuk training center ternyata mereka pengen bangun peralatan training-nya. Jadi, MRO untuk pemeliharaan seperti yang di Batam," ucapnya.

    Pihaknya kemudian menghubungkan Lion Group dengan Bank Tanah karena lahan di sekitar bandara VVIP IKN merupakan aset milik Badan Bank Tanah.

    Lokasi bandara VVIP IKN dinilai prospektif karena memiliki landasan sepanjang 3.000 meter dengan lebar 85 meter dan dapat digunakan untuk pesawat jet berbadan lebar (wide-body).

    "Ya, mereka lihat bandara ini sangat prospek karena tiga kilometer (panjang landasan pacu), 85 meter lebarnya, sehingga itu untuk all wide-body jet," tuturnya.

    Selain pembangunan MRO, Basuki bilang, Otorita IKN juga telah berkomunikasi mengenai potensi Bandara VVIP IKN digunakan sebagai embarkasi haji dan umrah.

    "Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri Haji kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji," terang Basuki.

    Dijelaskan Basuki, pengembangan Bandara VVIP IKN menjadi bandara komersial masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengubah status bandara tersebut dari bandara khusus menjadi bandara komersial.

    "Insyaallah tinggal kami menunggu Perpresnya untuk berubah VVIP, Bandara Khusus, menjadi bandara komersial," pungkasnya.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-08-15 01:06:00 +0000 UTC