Semarang (ANTARA) - Para kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) akan dikumpulkan dalam rapat konsolidasi teknis (rakortek) percepatan penurunan stunting dan advokasi pencegahan stunting di Semarang, 22-23 September 2026.
Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga (KGPK) Sekretariat Wakil Presiden Mita Apriyanti, di Semarang, mengatakan bahwa rakortek itu akan berlangsung secara hybrid.
"Yang hadir luring untuk wilayah Jawa Tengah. Sisanya se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara itu hybrid (daring, red)," katanya.
Hal itu disampaikannya saat media visit di Kantor Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah terkait dengan dukungan publikasi kegiatan rakortek percepatan penurunan dan pencegahan stunting tersebut.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, kata dia, Wapres bertindak sebagai Ketua Pengarah Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam rakortek itu akan dilakukan penandatanganan komitmen untuk percepatan penurunan stunting oleh kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur se-Jabanusa.
"Jadi, konsepnya untuk penandatanganan komitmen secara digital. Kami sampaikan kepada seluruh kepala daerah untuk besok secara serentak akan menandatangani komitmen untuk percepatan penurunan stunting," katanya.
Baca juga: Mendukbangga: Keluarga berkecukupan tetap berisiko alami stunting
Berdasarkan data, penurunan stunting periode 2013-2018 tercatat sebesar 6,4 persen, sedangkan pada periode 2018-2024 tercatat penurunan 11 persen, atau hampir dua kali lipatnya.
Prevalensi stunting nasional di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 tercatat sebesar 19,8 persen, atau turun dari 21,5 persen pada tahun 2023.
Pada 2029, Indonesia menargetkan prevalensi stunting bisa turun di angka 14,2 persen sehingga membutuhkan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah.
Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara Faisal Fahmi mengatakan bahwa sebelumnya telah beraudiensi dengan Gubernur Jateng terkait rakortek tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya terkait penurunan stunting dan akan hadir langsung pada rakortek tersebut.
"Memang sudah terjadi penurunan (stunting, red), tetapi secara nasional memang ada beberapa daerah yang menjadi 'concern' kami di pusat," katanya.
Sementara itu, Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jateng Teguh Imam Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu mendukung segala upaya penurunan dan pencegahan stunting.
"Upaya penurunan dan pencegahan stunting memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk media," katanya.
Baca juga: Gubernur: Seluruh kepala daerah di Jateng dituntut turunkan stunting
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.