Jakarta, CNN Indonesia --
Kucing putih kerap mendapat stereotip sebagai kucing yang 'bloon', lugu, atau kurang pintar dibandingkan kucing dengan warna bulu lain. Tingkahnya yang terkadang terlihat kikuk pun seolah memperkuat anggapan tersebut.
Namun, apakah kucing putih memang memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah?
Jawabannya tidak ada dasar kuat yang menunjukkan bahwa warna bulu putih membuat kucing menjadi lebih bodoh. Anggapan tersebut lebih banyak berasal dari persepsi manusia terhadap perilaku dan karakter kucing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal yang mungkin membuat kucing putih terlihat berbeda adalah kondisi kesehatan tertentu yang memang lebih sering ditemukan pada kucing dengan bulu putih, terutama yang memiliki mata biru.
Kucing putih dan risiko tuli
Kucing dengan bulu putih memiliki risiko lebih tinggi mengalami tuli bawaan dibandingkan kucing dengan warna bulu lain. Risiko tersebut semakin besar ketika kucing memiliki satu atau dua mata berwarna biru.
Menurut informasi dari Cornell University College of Veterinary Medicine, sekitar 17-22 persen kucing putih dengan mata tidak biru terlahir tuli. Angkanya meningkat menjadi sekitar 40 persen pada kucing putih dengan satu mata biru.
Sementara itu, sekitar 65-85 persen kucing yang seluruh tubuhnya berwarna putih dan memiliki dua mata biru dapat mengalami tuli sejak lahir. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pada bagian telinga dalam yang berperan dalam pendengaran. Gangguan ini merupakan kondisi bawaan dan dapat menyebabkan tuli pada salah satu atau kedua telinga.
Pilihan Redaksi
- Gak Bersin Lagi, Ini 7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bebas Bulu Anabul
- Ini 7 Tanaman yang Disukai Kucing, Aromanya Bikin Nyaman
- Kucing Minta Makan Melulu? Ini 8 Cara Mengatasinya
Menariknya, pada kucing putih dengan satu mata biru yang mengalami tuli pada satu telinga, telinga yang mengalami gangguan biasanya berada di sisi kepala yang sama dengan mata biru tersebut.
Bisa terlihat 'bloon' karena tidak mendengar
Tuli pada kucing bisa membuat perilakunya tampak berbeda di mata manusia. Kucing yang tidak dapat mendengar mungkin tidak merespons ketika dipanggil, tidak menyadari keberadaan manusia atau hewan lain dari arah tertentu, atau terlihat seperti mengabaikan suara di sekitarnya.
Padahal, perilaku tersebut bukan berarti kucing tidak memahami apa yang terjadi di sekelilingnya. Mereka hanya tidak menerima informasi melalui pendengaran seperti kucing pada umumnya.
Mengutip International Cat care, hal inilah yang mungkin ikut melahirkan anggapan bahwa kucing putih, terutama yang bermata biru, lebih 'lemot' atau 'bloon'. Kucing yang tuli sejak lahir tetap dapat menjadi hewan peliharaan yang baik. Hanya saja, pemilik perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan memastikan lingkungan tempat tinggalnya aman.
Warna memang bulu tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan tingkat kecerdasan kucing. Kemampuan kucing dalam belajar, beradaptasi, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor. Genetik, pengalaman, lingkungan, stimulasi, serta cara kucing dibesarkan dapat berperan terhadap perilakunya.
Karena itu, kucing putih yang terlihat lebih pendiam, tidak responsif, atau sering melakukan hal yang dianggap aneh tidak serta-merta berarti memiliki kecerdasan lebih rendah. Bahkan, kucing dengan gangguan pendengaran dapat beradaptasi menggunakan indera lainnya. Mereka tetap mampu berinteraksi dengan manusia dan menjalani kehidupan yang normal dengan penyesuaian tertentu.
Jangan tertukar dengan kebutaan
Ada pula anggapan bahwa kucing putih bermata biru lebih mudah mengalami kebutaan. Padahal, kondisi tersebut berbeda dengan tuli bawaan yang memang lebih banyak ditemukan pada kucing putih.
Kucing putih bermata biru tidak secara khusus lebih rentan mengalami kebutaan, baik karena faktor keturunan maupun penyakit yang didapat, dibandingkan kucing lainnya. Jadi, jika kucing putih terlihat seperti tidak merespons ketika dipanggil atau tampak tidak menyadari suara di sekitarnya, pemilik sebaiknya tidak buru-buru menganggapnya 'bodoh'.
Bisa jadi, kucing tersebut memang memiliki gangguan pendengaran. Jadi, kucing putih bukan kucing yang lebih bodoh. Stereotip 'kucing putih itu bloon' lebih tepat dilihat sebagai anggapan yang muncul dari cara manusia menafsirkan perilaku mereka. Jika ada perilaku yang tampak berbeda, terutama pada kucing putih bermata biru, kondisi pendengaran justru menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan.
(tis/tis)