Kemlu Serius Perkuat Diplomasi Ekonomi yang Adaptif, Kolaboratif dan Berorientasi Hasil
Bagikan:
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) akan terus memperkuat diplomasi ekonomi yang adaptif, kolaboratif dan berorientasi hasil.
Salah satu langkah utama diplomasi ekonomi Indonesia adalah melakukan diversifikasi pasar, di mana pemerintah berupaya memperluas pasar dan mitra kerja sama ke wilayah-wilayah non-tradisional.
"Target itu bisa kualitatif (maupun) kuantitatif. Tapi saya rasa salah satu upaya yang jelas target kita adalah memperluas, mendorong diversifikasi pasar," jelas Dirjen HEKSP Kemlu RI Duta Besar Daniel Tumpal Simurung Simanjuntak ketika ditanya mengenai target diplomasi ekonomi Indonesia tahun ini, dalam media gathering di Jakarta, Kamis (30/7).
Dibentuk berdasaran Pemrmenlu No.4 Tahun 2025 dan resmi beroperasi pada Bulan September di tahun yang sama, Ditjen HEKSP memiliki madat merumuskan, melaksanakan, mengoordinasikan, menyinkronkan dan mengendalikan kebijakan di bidang hubungan ekonomi luar negeri dan kerja sama pembangunan internasional.
Dubes Tumpal mengatakan, salah satu instrumen politik luar negeri adalah "memperkuat diplomasi ekonomi, guna mendukung terwujudnya tujuan dan prioritas nasional, melalui pelaksanaan diplomasi ekonomi dan kerja sama pembangunan yang nyata dan berdampak luas."
"Kemlu menempuh pelaksanaan diplomasi ekonomi dan kerja sama pembangunan dengan kolaborasi, sinergi dan saling menetapi dengan berbagai pihak, untuk memperkuat tercapainya kepentingan nasional dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang terpercaya di tingkat global," jelas Dubes Tumpal.
"Apalagi di era sekarang semua pihak mengetahui bahwa diplomasi itu adalah satu kesatuan. Foreign policy begins at home selalu disampaikan oleh Pak Menlu,sehingga diplomasi ekonomi juga bertujuan untuk memperkuat berbagai kepentingan nasional dan prioritas pemerintah," tandasnya.
Duta Besar RI untuk Kanada periode 2021-2025 ini mengatakan, Menteri Luar Negeri Sugiono menginginkan Kemlu RI terus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, guna membuka akses pasar baru.
BACA JUGA:
Ia pun mencontohkan negosiasi perdagangan bebas dengan Rwanda dan Mauritius yang tengah dilakukan Kemlu RI, serta pembahasan perdagangan bebas dengan negara-negara lain selain di Afrika.
Ke depan, Kemlu RI melalui Ditjen HEKSP akan memperkuat diplomasi ekonomi yang adaptif, kolaboratif dan berorientasi pada hasil, dengan fokus utama diarahan pada peningkatan perdagangan dan investasi penguatan industri dan hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, pengembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif, hingga optimalisasi kerja sama pembangunan internasional.
Melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi internasional hingga Perwakilan RI, Ditjen HEKSP berkomitmen menjadikan diplomasi sebagai insturmen yang mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat kemitraan global dan membeirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+