Kuala Lumpur (ANTARA) - Kemitraan Malaysia dengan Tiongkok, termasuk dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemukanya, terus mendorong pembangunan di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) negara tersebut, dengan dorongan kuat ke arah adopsi dan penciptaan lapangan kerja, kata Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil pada Selasa (8/9).
Pembangunan sektor AI akan terbukti krusial saat Malaysia mengupayakan keberlanjutan yang lebih besar dan menghadapi berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, kata Fahmi dalam pidatonya di WAIC Connect Malaysia 2026.
Fahmi juga menyambut baik rencana raksasa teknologi Tiongkok Huawei untuk membina 30.000 talenta AI Malaysia dan mengembangkan 200 mitra AI lokal selama tiga tahun ke depan melalui transfer pengetahuan serta kolaborasi cloud dan AI.
"Inisiatif-inisiatif semacam itu memperkuat kapabilitas AI lokal Malaysia dan melengkapi fondasi kuat kita dalam hal infrastruktur, semikonduktor, manufaktur, serta layanan digital," katanya.
Duta Besar Tiongkok untuk Malaysia Ouyang Yujing menyatakan bahwa Tiongkok selalu terbuka terhadap kerja sama internasional dan terus mendorong pembangunan AI yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
"Tiongkok selalu berkomitmen untuk menyediakan barang publik internasional bagi tata kelola AI ... Tiongkok siap bekerja sama dengan seluruh mitra di seluruh dunia, yang memiliki visi serupa, untuk mengarahkan pembangunan AI menuju masa depan yang inklusif, bermanfaat secara universal, dan saling berbagi. Secara khusus, kita harus bekerja sama untuk meningkatkan suara dan representasi negara-negara berkembang, serta memperjuangkan hak-hak dan kepentingan yang sah dari Global South," katanya.
Konferensi tersebut mempertemukan badan-badan pemerintah, operator, pelanggan industri, mitra ekologis, dan perusahaan-perusahaan AI Tiongkok yang berekspansi ke luar negeri.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.