asiawebawards.com
  • 2026-07-26 13:15:09 +0000 UTC

    Jul 26, 2026

    Kementtans terjunkan 1.476 akademisi ke 53 kawasan transmigrasi

    Kementtans terjunkan 1.476 akademisi ke 53 kawasan transmigrasi

    Minggu, 26 Juli 2026 20:15 WIB

    Image Print

    Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026, di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan

    Kota Bogor (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerjunkan 1.476 akademisi ke 53 kawasan transmigrasi di Indonesia melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi.

    Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026, di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, mengatakan program tahun ini merupakan pelaksanaan angkatan (batch) kedua setelah program serupa digelar pada 2025 dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta.

    "Tahun ini kita tempatkan di 53 kawasan transmigrasi dengan jumlah total 1.476 orang. Tujuannya melakukan tindak lanjut riset dari Tim Ekspedisi Patriot 2025, kemudian melakukan tindakan praksis terhadap perintisan program produk unggulan yang ada di kawasan transmigrasi," katanya pula.

    Ia menjelaskan, peserta TEP 2026 terdiri atas 39 profesor, 10 peneliti pascadoktoral, 158 doktor, 49 magister, 214 mahasiswa magister terapan, dan 937 sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

    Menurut Viva Yoga, seluruh peserta dibekali pemahaman mengenai kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan politik di setiap kawasan transmigrasi agar mampu beradaptasi dengan masyarakat serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.

    "Mereka dibekali agar memahami situasi lapangan, karena kondisi ekonomi, sosial, dan politik setiap kawasan ditentukan oleh struktur sosial masyarakat di kawasan," ujarnya.

    Ia mengatakan Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan transmigrasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi di desa-desa kawasan transmigrasi.

    Viva Yoga berharap para peserta mampu menghasilkan data yang objektif sesuai kondisi lapangan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

    "Semua proses pembangunan itu harus berarah, berkelanjutan, dan bisa diukur dengan target-target dan kebutuhan. Tim Ekspedisi Patriot diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan untuk program pembangunan selanjutnya di kawasan transmigrasi," katanya pula.

    Pewarta : M Fikri Setiawan
    Editor: Victorianus Sat Pranyoto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-26 13:15:09 +0000 UTC