Kita lagi memperbanyak IPA mobile

Cirebon (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperbanyak instalasi pengolahan air (IPA) bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan permukiman yang terdampak kekeringan.

“Kita lagi memperbanyak IPA mobile,” kata Menteri PU Dody Hanggodo seusai meninjau kondisi kekeringan di Bekasi dan Cirebon, Jawa Barat, Sabtu.

Dody mengatakan IPA bergerak dibutuhkan terutama pada daerah yang sulit mengandalkan sumur bor sebagai sumber air.

Ia mencontohkan Pontianak sebagai salah satu wilayah yang menurut dia menghadapi keterbatasan penggunaan sumur bor sehingga pengolahan air melalui IPA bergerak menjadi salah satu alternatif.

Air yang telah diolah melalui instalasi tersebut selanjutnya dapat didistribusikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Selain menggunakan IPA bergerak atau IPA Mobile, Kementerian PU masih mengandalkan mobil tangki air untuk mendistribusikan air ke kawasan permukiman terdampak kekeringan.

Dody mengatakan ketersediaan mobil tangki air saat ini masih terbatas, sehingga distribusi di lapangan juga dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kita kekurangan mobil tangki air, tapi biasanya kita kerja sama dengan pemda. Jadi sementara waktu kita menggunakan mobil-mobil tangki air, keliling,” ujarnya.

Ia menjelaskan penanganan kebutuhan air masyarakat terutama berada di Direktorat Jenderal Cipta Karya, sedangkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) turut dibutuhkan apabila penanganan memerlukan sumber air yang lebih dalam.

Menurut Dody, kebutuhan sumur dalam dengan kedalaman lebih dari 50 meter memerlukan dukungan Ditjen SDA sehingga kedua unit tersebut perlu saling melengkapi dalam penanganan kekeringan.

Kementerian PU juga tengah mengkaji solusi jangka panjang untuk penanganan kekeringan di kawasan permukiman dan pertanian serta dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dody mengatakan kajian tersebut diharapkan dapat selesai tahun ini bersamaan dengan pengadaan sejumlah tambahan IPA bergerak.

“Harusnya tahun ini selesai, plus pengadaan beberapa tambahan IPA mobile,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian PU hingga 24 September 2026, penanganan kekeringan telah dilakukan di 2.553 lokasi permukiman secara nasional. Sebanyak 2.077 lokasi telah selesai ditangani, sementara 476 lokasi masih dalam proses penanganan.

Kementerian PU mencatat sebanyak 48,9 juta liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,75 juta jiwa.

Penanganan di permukiman dilakukan antara lain melalui mobil tangki air, hidran umum, pembangunan sumur bor, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan air minum.

Khusus di Jawa Barat, Kementerian PU sebelumnya telah menyalurkan 286 ribu liter air bersih kepada masyarakat di 10 kabupaten/kota terdampak kekeringan sepanjang 7 Juli hingga 22 September 2026, termasuk Kabupaten Cirebon.

Penanganan tersebut menggunakan 21 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter dan 26 hidran umum berkapasitas 2.000 liter serta telah dimanfaatkan sekitar 57.200 jiwa.

Baca juga: Menteri PU: Penguatan pompanisasi jadi solusi atasi sawah kekeringan

Baca juga: TNI dan PU pasok air bersih masyarakat terdampak banjir bandang Solok

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.