Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkapkan konsep hunian Transit Oriented Development (TOD) mampu menurunkan emisi karbon dari penggunaan kendaraan pribadi, selain dukungan penyediaan di perkotaan.
“Dengan berbasis TOD, penggunaan transportasi atau kendaraan pribadi pun menjadi lebih kecil. Ini juga berdampak baik dengan menurunkan emisi karbon yang dihasilkan kendaraan pribadi,” ujar Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PKP Budi Permana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kontribusi hunian TOD menurunkan emisi karbon itu, menurut Budi, dilatarbelakangi pendekatan penyediaan hunian di kawasan perkotaan itu mendukung mobilitas masyarakat.
Dia mengatakan Kementerian PKP memberikan dukungan perluasan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian melalui kemudahan perizinan dan pembiayaan.
Baca juga: KAI Properti kembangkan hunian terintegrasi transportasi di Jakarta
Dukungan tersebut antara lain pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR serta percepatan penerbitan PBG.
Dukungan tersebut diperlukan mengingat penyediaan rumah susun (rusun) subsidi di perkotaan masih menghadapi berbagai tantangan.
Sebelumnya, Komisi V DPR RI mendorong percepatan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Samesta Mahata Serpong di Kota Tangerang Selatan, Banten, sebagai kawasan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan terintegrasi dengan transportasi massal.
Komisi V DPR RI menekankan agar pengembangan kawasan tetap memperhatikan penerapan pronsip hunian berimbang, ketepatan sasaran hunian bagi MBR, kualitas bangunan, serta kemudahan akses masyarakat terhadap transportasi massal.
Baca juga: Danantara integrasikan ekosistem perumahan perluas akses masyarakat
Salah satu hal yang menjadi perhatian Komisi V DPR RI adalah pembangunan skybridge yang menghubungkan Rusun Samesta Mahata dengan Stasiun Rawa Buntu. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi penghuni menuju transportasi massal.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.