Kota Palu (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi rumah tangga di seluruh Indonesia mencapai 100 persen pada 2029.

"Jadi kita punya target cukup besar bahwa untuk desa berlistrik rasionya sampai 100 persen dalam waktu cepat, dan seluruh rumah tangga ditargetkan pada tahun 2029 sudah 100 persen," kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin dalam kegiatan sinkronisasi usulan program listrik pedesaan di Kota Palu, Kamis.

Ia mengemukakan untuk mencapai target tersebut, pemerintah melakukan berbagai percepatan program Listrik Perdesaan (Lisdes) dan memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok.

Secara nasional rasio elektrifikasi (RE) hingga triwulan II tahun 2026 telah mencapai 99,85 persen.

"Sementara untuk pelanggan yang terlayani langsung oleh PT PLN (Persero) berada di angka 98,61 persen," ucapnya.

Ia menuturkan khusus untuk Provinsi Sulawesi Tengah, capaian rasio elektrifikasi hingga triwulan II tahun 2026 tercatat sebesar 99,27 persen dengan rasio desa berlistrik (RD) di wilayah tersebut sudah menyentuh 96,579 persen.

"Di Sulawesi Tengah masih ada gap yang menjadi tantangan kita bersama untuk diselesaikan segera," sebutnya.

Menurut dia, pentingnya komitmen dan kolaborasi pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dengan pemerintah daerah yang aktif mendukung eksekusi program listrik perdesaan di Sulteng.

"Tentunya dukungan kepala daerah sangat vital mengingat tantangan distribusi listrik di desa-desa tersisa semakin tinggi, terutama terkait akses geografis, perizinan kawasan, hingga pendekatan sosial masyarakat," kata dia.

Ahmad menyebutkan untuk memenuhi target itu pihaknya sudah mulai menerapkan beberapa metode penyediaan akses listrik seperti melalui perluasan jaringan distribusi untuk wilayah yang dekat dengan jaringan eksisting.

"Metode lainnya dengan memanfaatkan pembangunan mini grid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal maupun PLTS individual bagi daerah kepulauan atau pegunungan terpencil yang sulit dijangkau jaringan darat," ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah terus diperkuat agar seluruh target infrastruktur ketenagalistrikan dapat tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Bagi masyarakat kurang mampu yang berada di daerah berlistrik namun belum sanggup membayar biaya penyambungan, pemerintah menyediakan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari APBN," tuturnya.

Pewarta: Moh Salam
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.