Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 27 September 2026, 08:30 WIB

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri nasional melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Besarnya pasar domestik Indonesia menjadi modal penting bagi industri nasional untuk memperluas pangsa pasar sekaligus membangun produk yang semakin kompetitif.
“Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Kemenperin Bantah Ada Tambahan Kuota GKM untuk Industri Gula Rafinasi
Agus menuturkan, setiap belanja sebesar Rp1 untuk produk dalam negeri, dapat menghasilkan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional.
Di samping itu, pasar domestik menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Sekitar 78,39% produk manufaktur nasional ditujukan untuk pasar domestik, sedangkan 21,61% lainnya untuk pasar ekspor.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan konsumsi yang terus berlangsung, terdapat ruang yang luas bagi produk industri nasional untuk meningkatkan penetrasinya di pasar dalam negeri.
Karena itu, penggunaan produk dalam negeri perlu menjadi bagian dari keputusan pengadaan barang dan jasa, baik di lingkungan pemerintah maupun sektor lainnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN), Kris Sasono Ngudi Wibowo menjelaskan, peluang tersebut juga ditopang oleh kapasitas industri yang masih dapat dioptimalkan, terlihat dari utilisasi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 61,8% pada 2025.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng 2 Startup Kembangkan Teknologi untuk Mitigasi Bencana
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp12.834,8 triliun dengan jumlah penduduk 284,44 juta jiwa.
“Besarnya basis konsumen tersebut memberikan ruang bagi produk manufaktur nasional untuk memperluas pasar domestik,” katanya.