Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jakarta, VIVA –Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran pariwisata berbasis pengalaman untuk meningkatkan kualitas perjalanan wisatawan sekaligus memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat di destinasi.

Baca Juga

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa mengatakan bahwa pendekatan tersebut diarahkan agar wisatawan tidak hanya datang ke suatu tempat, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang autentik, personal, dan bermakna selama berada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ni Luh, kekayaan destinasi, budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia perlu diterjemahkan menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai lebih tinggi dan berdaya saing.

Baca Juga

"Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujar Ni Luh di Jakarta. 

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pariwisata tidak semata diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Pengalaman yang lebih beragam juga diharapkan mendorong wisatawan tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak tempat, serta menggunakan lebih banyak produk dan layanan di destinasi.

Baca Juga

Ni Luh mencontohkan pendekatan tersebut juga dapat diterapkan pada sektor MICE. Peserta konferensi atau pertemuan tidak hanya mengikuti agenda utama, tetapi dapat melanjutkan perjalanan dengan menikmati kuliner, mengunjungi atraksi, atau mengikuti aktivitas yang memperkenalkan budaya dan karakter daerah tempat acara berlangsung.

Arah tersebut menjadi salah satu fokus Go Beyond Ordinary, yang menjadi salah satu program Kementerian, dengan pemasaran pariwisata diarahkan tidak hanya pada destinasi, tetapi juga pengalaman yang dapat ditemukan wisatawan. Pemerintah juga memperkuat lima wisata minat khusus melalui Program Pariwisata Berkualitas, yakni gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa minat terhadap pengalaman semakin terlihat pada wisatawan muda. Dalam kajian yang dipaparkannya pada Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027, sekitar 52 persen wisatawan Gen Z melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman.

Menurut Ni Made, potensi yang sudah dimiliki daerah dapat dirangkai menjadi kegiatan wisata yang lebih menarik. Seni dan budaya, misalnya, dapat dipadukan dengan wastra, wisata bahari, hingga walking tour.

Halaman Selanjutnya

"Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak," ujar Ni Made.