Jakarta (ANTARA) -
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gangguan irama jantung atau aritmia yang kerap tidak terdeteksi sejak dini, padahal dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung hingga kematian jantung mendadak.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. mengatakan aritmia menjadi salah satu gangguan yang perlu dideteksi sejak awal karena dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala klinis yang jelas.
"Masalahnya, aritmia ini sering tidak terdeteksi secara dini, padahal kita tahu dampaknya akan menjadikan penyakit lain seperti stroke, gagal jantung, hingga kematian jantung mendadak," kata Nadia dalam konferensi pers peringatan "Hari Jantung Sedunia - Deteksi Dini Aritmia dan Rekomendasi Prosedur untuk Tingkatkan Kualitas Hidup" yang dihadirinya secara daring di Jakarta, Selasa.
Nadia mengatakan masyarakat perlu mengenali sejumlah sinyal yang dapat mengindikasikan adanya gangguan irama jantung, seperti jantung berdebar, denyut jantung tidak teratur, serta pusing seperti hendak pingsan.
Baca juga: Dokter: Tekanan darah tak terkontrol bisa rusak sistem listrik jantung
Menurut dia, deteksi dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari memeriksa denyut nadi secara mandiri dan mengukur tekanan darah hingga melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).
Ia mengatakan pemeriksaan EKG juga dapat menemukan adanya gambaran irama jantung yang tidak normal pada seseorang yang belum menunjukkan gejala klinis.
"Jadi kita bisa mendeteksi orang-orang yang memiliki gambaran EKG yang tidak normal tetapi tidak ada gejala klinisnya," ujarnya.
Nadia menambahkan deteksi dini gangguan jantung merupakan bagian dari upaya Kemenkes menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya kanker, jantung, stroke, dan penyakit ginjal.
Ia mengajak masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan atau penyakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi mulai mengenali kondisi tubuh dan memeriksakannya secara berkala.
"Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri, kenali irama jantung kita mulai hari ini," kata Nadia.
Baca juga: Dokter jelaskan beda serangan jantung dengan kematian jantung mendadak
Baca juga: Jam tangan pintar bisa jadi opsi alat bantu deteksi awal aritmia
Baca juga: Metode MENARI dinilai efektif untuk deteksi dini aritmia
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.