Kemenhan siapkan delapan langkah akselerasi untuk pengembangan drone - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI telah menyiapkan delapan langkah akselerasi untuk mempercepat pembangunan teknologi pesawat tanpa awak atau drone di bidang pertahanan.
Delapan langkah ini disiapkan agar Indonesia memiliki kesiapan dari segi teknologi dan sumber daya manusia (SDM) dalam mengadopsi kemajuan teknologi drone.
"Langkah pertama yakni menyusun peta jalan berbasis misi yang dimulai dari kebutuhan pertahanan dan skenario operasi," kata Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Arif Harnanto dalam acara Indonesia Drone Expo (IDE) yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu.
Menurut Arif, penyusunan basis misi ini perlu dilakukan agar pengguna, dalam hal ini TNI, bisa memiliki teknologi drone yang tepat sesuai dengan kebutuhan operasi.
Langkah ke dua, lanjut dia, pemerintah harus membangun standar interoperabilitas yang kuat agar sistem komunikasi dan penggunaan data dilakukan secara bersamaan.
Dengan demikian, seluruh matra memiliki satu komando dalam menggunakan data yang didapat dari teknologi drone.
Langkah ketiga, Arif menekankan perlu adanya fasilitas latihan dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kemampuan drone.
Setelah fasilitas itu tersedia, kata dia, barulah pengguna bisa melakukan langkah keempat yakni mengembangkan teknologi drone secara bertahap.
"Selanjutnya langkah kelima yakni perlu membangun ekosistem data dan AI nasional," kata Arif.
Setelah itu, pemerintah juga harus melakukan langkah keenam yakni memperkuat rantai pasok untuk kebutuhan teknis drone.
Penguatan rantai pasok ini menjadi kesempatan oleh industri pertahanan dalam negeri untuk mengambil peran dalam mengembangkan teknologi drone TNI.
Selanjutnya, pengguna drone juga perlu memperkuat diri dari serangan drone asing dengan membangun kemampuan Counter Unmanned Aircraft System (UAS) atau pesawat tanpa awak secara paralel.
Namun dari semua langkah itu, dia memastikan pemerintah tidak akan lupa dengan langkah terpenting dalam memperkuat kualitas drone Indonesia yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Arif meyakini bahwa kemajuan teknologi drone harus beriringan dengan meningkatnya kualitas SDM sebagai pengawak hingga perakit.
Dengan mengikuti delapan agenda ini, Arif yakin TNI akan mampu memaksimalkan teknologi drone untuk memperkuat sistem pertahanan negara.
Pewarta: Walda Marison
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.