asiawebawards.com
  • 2026-08-06 09:13:29 +0000 UTC

    Aug 06, 2026

    Kemendikdasmen: Revitalisasi tembus pulau terluar setelah 21 tahun - ANTARA News Bangka Belitung

    Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil memperbaiki sarana dan prasarana layanan pendidikan menjadi layak bagi sekolah dalam kategori wilayah 3T, yakni Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

    Dalam rilis yang disiarkan di Jakarta pada Kamis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah di Pulau Miangas merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemendikdasmen menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Upaya tersebut, kata Mu'ti, juga menjadi wujud nyata pelaksanaan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar Indonesia.

    “Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter,” kata Mendikdasmen Mu'ti.

    Salah satu sekolah yang menerima program revitalisasi tersebut ialah SMK Negeri 2 Talaud Miangas yang berdiri sejak tahun 2004 dan menjadi satu-satunya tempat bagi anak-anak di Pulau Miangas untuk menempuh pendidikan kejuruan.

    Kepala SMK Negeri 2 Talaud, Patriarti G. Urendeng mengatakan sebelum direvitalisasi, banyak sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari toilet yang harus digunakan secara bergantian, atap ruang kelas yang bocor, jendela yang rusak, dinding retak, hingga instalasi listrik yang tidak lagi layak.

    “Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan bagi rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK,” kata Patriarti.

    Menurut Patriarti, revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan belajar.

    Ruang-ruang yang telah direhabilitasi kini lebih nyaman digunakan dan dilengkapi dengan perabot yang mendukung kegiatan praktik pembelajaran.

    “Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Patriarti.

    Perubahan tersebut juga dirasakan oleh para orang tua, yakni Maria Awalla yang mengatakan semakin yakin menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 2 Talaud karena fasilitas belajar kini jauh lebih baik.

    “Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya,” kata Maria.

    Hal serupa disampaikan Alfia Lalala, murid kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

    Ia merasa bangga sekolahnya kini memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung proses belajar.

    “Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri,” kata Alfia.

    Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
    Uploader : Bima Agustian

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-06 09:13:29 +0000 UTC